Inilah Pendapat Saya Tentang Aquanus Yang Lebih ‘Membumi’ di Jagat Sinema Bumilangit – @ShaniBudi

Inilah Pendapat Saya Tentang Aquanus Yang Lebih ‘Membumi’ di Jagat Sinema Bumilangit – @ShaniBudi

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Banyak yang baru tau kalau Indonesia punya superhero yang namanya Aquanus, krn namanya pasti jadi bahan becandaan sih. Tapi sebenernya lewat Aquanus ini bisa banget ngenalin Indonesia terutama suku Bajau atau Pulau Berhala yang jadi rumahnya Dhanus yang ada di Sumut.

Karena Jagat Sinema Bumilangit juga sepertinya sedikit mengubah origin karakternya supaya bisa lebih diterima oleh orang-orang sekarang, seperti Gundala yang dibuat lebih grounded dan beliavable, kayaknya ceritanya yang lain juga akan dpt perlakuan yg sama.

Coba baca deh artikel tentang Suku Bajau ini, Suku Penjelajah Air Terakhir di Indonesia yang mulai punah, katanya mereka adalah manusia pertama yang secara genetik beradaptasi untuk menyelam, mereka bisa menyelam tanpa alat selama 15 menit. [link]

Atau bisa tonton dokumenter soal suku Bajau ini di @NetflixID: https://netflix.com/title/80194126

Salah satu bagian dokumenter yang nyeritain kalau waktu kecil dia ngeliat orang di bawah laut bawa tombak, dia mau ngejar gak bisa karena terlalu dalam dan katanya itu spirits of the sea, how cool is that? Sangat bisa masuk di cerita Aquanus.

Selain Suku Bajau, Aquanus juga juga bisa memperkenalkan Pulau Berhala, yang jadi markasnya Aquanus. Pulau Berhala itu beneran ada di Sumatra Utara.

Image

Jadi ini adalah origin Aquanus versi komiknya: Di sebuah planet bernama Zyba, dihuni oleh bangsa amfibi, ketika terjadi penyerangan ke planet itu oleh bangsa Burbur, seorang bayi dilarikan menggunakan roket dan jatuh di planet Bumi. Bayi itu lalu ditemukan sama sebuah keluarga pemburu paus, dan diasuhlah bayi itu sama mereka dan diberi nama Dhanus.

Image
“Dhanus” kecil.

So here’s my pitch about Aquanus more ‘grounded’ origin in Jagat Sinema Bumilangit:

DHANUS memang dari planet lain, tapi begitu roket emergency-nya terdampar di bumi, dia ditemukan oleh tetua suku Bajau yang sedang mencari ikan di laut. Dhanus lalu diasuh oleh tetua Suku Bajau itu dan dibesarkan dengan mengikuti kebiasaan suku Bajau. Dia diajari berenang, berburu ikan dan menyelam tanpa bantuan alat.

Suatu hari Dhanus kecil lagi main-main sama temen-temennya di laut dan ditantang untuk ke lautan dalam yang terlihat gelap, karena ingin membuktikan dia berani.

Dhanus menyelam lebih dalam dan panik saat di sekelilingnya yang dia bisa lihat cuma warna hitam. Dhanus lalu merasa di sekitarnya ada yang bergerak, dia bisa merasakan dari gerakan airnya.

Tiba-tiba kaki Dhanus seperti ditarik, Dhanus spontan teriak dan tiba-tiba dia ditolong oleh seorang sosok dari dalam dan melepaskan ikatan yang melilit kaki Dhanus.

Sekuat tenaga Dhanus lalu berenang ke atas untuk menyelamatkan diri, tapi di tengah usahanya tenaganya sudah tidak kuat lagi, lalu tetua suku Bajau yang juga ayah angkatnya menolongnya sampai ke daratan.

Setelah Dhanus siuman, dan ada moment kayak Mufasa-Simba gitu, father&son heart-to-heart talk tentang kenapa dia gak boleh bermain ke laut dalam dan kenapa Dhanus penampakannya berbeda dengan suku Bajau lainnya, karena dia sendiri yang berkulit putih.

Saat remaja, Dhanus akhirnya tau asal-usulnya, dia sedih karena ternyata dia bukan bagian dari suku Bajau. Dia pergi ke bagian laut tempat di mana dia sering bermain dengan teman-temannya, ketika menyelam dia mendengar suara dari “spirits of the sea” yang menuntun dia.

Untuk pertama kalinya sejak kejadian masa kecilnya, Dhanus memberanikan diri untuk menyelam lebih dalam ke dasar lautan, di tengah menyelam. Dhanus panik karena tdk kuat lagi menahan nafas, tapi ‘spirits of the sea’ menyuruhnya untuk tenang dan bernafas seperti di darat.

Dhanus mengikuti kata-kata dari ‘Spirits of The Sea’, semakin dalam dia menyelam, semakin sakit juga kupingnya karena awalnya dia menahan nafas. Akhirnya dia mencoba untuk bernafas seperti di darat dan tubuhnya langsung beradaptasi dengan cepat.

Dhanus lalu berhasil sampai di dasar laut dan bertemu dengan ‘Spirits of The Sea’ di sana dia diceritakan tentang Planet asalnya, Planet Zyba dan bagaimana dia ditakdirkan untuk menjadi penerus penjaga lautan di planet barunya supaya tidak seperti planet asalnya.

Dhanus juga diceritakan bahwa yang menarik dia saat dia kecil adalah teman baik ‘Spirits of The Sea’ seekor binatang berbentuk seperti Gurita yang menjaga lautan paling dalam Nusantara.

Dhanus lalu diberi semacam sabuk, yang ditengahnya terpadat sebuah emblem seperti huruf A yang sebenarnya itu adalah logo dari klan keluarganya di Planet Zyba.

Emblem di sabuknya jika ditekan akan mengaktifkan system armor yang bisa dipergunakan Dhanus untuk melawan kejahatan dan menjaga lautan Nusantara. Lahirlah Satria Nusantara penjaga lautan bernama Aquanus, gabungan dari kata Aqua dan Dhanus.

Image

Ini villainnya Aquanus (kalo gak salah villain-nya Godam juga sih) nama aslinya Ztuolos, sole-survivor dari hancurnya benua Atlantis. Kalo di komiknya misi dia memastikan kalau Bangsa Atlantis ada dan berjaya lagi.

Kekuatannya Bocah Atlantis itu dia jenius (jadi gak masalah kalo gak bawa uang cash), bisa menguasai pikiran orang dan bisa juga kloning mahkluk lain. Kalau mau lebih membumi mungkin salah satu villainnya adalah yang menyebabkan Laut Indonesia tercemar, kayak sampah di laut, ilegal fishing, gitu gitu.

Gue baru tau tentang “Ritual Duata” yang jadi ritualnya Suku Bajau, Duata sendiri di antara suku Bajau artinya “Dewa yang turun dari langit dan menjelma dalam kehidupan manusia” dengan origin dari Aquanus yang pesawatnya jatuh ke Bumi dari Planet Zyba, cocok kan?

Btw, Aquanus di komiknya itu bukan diasuh sama Suku Bajau ya, itu angan-angan gue aja yang ngayal gimana masukin originnya Aquanus di Jagat Sinema Bumilangit dengan ditambah elemen ‘Kearifan Lokal’ aja.(Shani)

Sumber Thread Thread @ShaniBudi
Versi Revisi & Rapih
Bantu sebarkan ke Rakyat yang lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*