Author: Aswin Dafry

[PODCAST] Makna Mitologi “Sedulur Papat Limo Pancer” Dalam Poster Komik Godam Bumilangit.

SURABAYA – RakyatBumilangit.com | Pada tanggal 3 September yang lalu @bumilangitofficial merilis promo GODAM, kemudian pada tanggal 19 September 2019 akun @godambumilangit merilis poster teaser yang bertuliskan “Sedulur papat lima pancer”.

Ini menggelitik Saya, sebelumnya Saya cukup familiar dengan judul2 komik GODAM di era 70an yang nyrempet2 mistis fantasi.

Tapi idiom “Sedulur papat lima pancer” di poster yang baru rilis ini ( karya mas @erufan ) sangat lekat dengan mitologi jawa yang Saya ketahui dan akhirnya membuat saya menulis rangkaian thread di Twitter, yang kemudian Saya terjemahkan di podcast. .

Kamu bisa mendengarkan penuh episode podcastnya dibawah ini, atau silahkan buka Spotify lalu cari dan dengarkan disana.

Kalau kamu punya teori atau informasi yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit(Aswin)

[PODCAST] Eratnya Film Gundala Dengan Budaya Jawa – Swara Majasoka.

SURABAYA – RakyatBumilangit.com | Saya mencoba untuk mengangkat thread di twitter saya @AswinDafry akhir bulan lalu, tentang beberapa easter eggs film Gundala yang berhubungan dengan mitologi dan legenda Jawa kedalam podcast Swara Majasoka yang saya kelola.

Kamu bisa mendengarkan penuh episode podcastnya dibawah ini, atau silahkan buka Spotify lalu cari dan dengarkan disana.

Kalau kamu punya teori atau informasi yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit(Aswin)

Beberapa Easter Eggs Film Gundala yang Berhubungan Dengan Mitologi dan Legenda Jawa oleh @AswinDafry

SURABAYA – RakyatBumilangit.com | Selamat malam semuanya. Atas saran dari admin @idgeekinout, saya akan berbagi beberapa easter eggs #gundala yang berhubungan dengan mitologi dan legenda Jawa. Konteks plot dan beberapa karakter tidak Saya sebutkan namanya untuk menghindari spoiler.

Pada saat Ario bayu berbicara bahasa jawa, bukan bahasa jawa sembarang jawa. Bukan bahasa jawa krama (jawa halus), tetapi jawa kawi, jawa klasik biasanya menyebut diri sendiri dengan “ingsun”. dan ini Bukan… Bahasa ini lebih tua lagi, beberapa abad setelah sansekerta.

Ada beberapa kata yang masih digunakan, seperti “sampun kenthen” (telah terlihat) walaupun di subs nya artinya menjadi “telah muncul” yang lainnya bahasa jawa kuno yg sudah hampir tidak pernah digunakan lagi, Tim riset film ini hebat.

Mengapa perlu berbicara memakai bahasa kawi?

Saya lihat joko anwar dan tim memahami betul melihat konteks siapa lawan bicara Ghazul, karena karakter inilah yang akan menjadi benang merah timeline jawara dan patriot. Era jawa kuno dan era Modern.

Saya tidak bisa menyebutkan siapa pemeran karakter ini karena khawatir akan spoil. Berikutnya adalah, saya tidak mengira bahwa @jokoanwar (diluar horor) akan membawa konsep ilmu hitam rawa rontek ke masyarakat luas, dengan genre superhero ini.

Ajian rawa rontek adalah ilmu yang kebanyakan dipelajari oleh para pendekar aliran ilmu hitam, ajian ini membuat penggunanya walaupun di bacok, ditusuk, dibakar, tetapi selama kepala tidak terpisah dari badan dan masih menyentuh tanah dia akan hidup lagi.

Dalam film gundala diperlihatkan Ghazul yang mencoba menghidupkan karakter ini dengan cara menggabungkan kepala dan jasadnya. Di jawa timur ajian ini bukan fiktif, di beberapa tempat pelosok masih ada yg mencoba mempelajarinya, dengan istilah yang berbeda-beda.

Berikutnya adalah sumping.

Image
Aksesoris telinga “Sumping”

Sumping telinga ini secara historis hanya boleh utk oleh kalangan keraton Saja, (awalnya berwujud hiasan dari daun pisang, seiring berjalannya waktu berubah menjadi logam kuningan) sampai akhirnya pada tahun 1940, Sri Sultan Hamengkubuwono IX memperbolehkan masyarakat memakainya hanya untuk hiasan rias pengantin Saja. Sumping sendiri merupakan bagian penting dari ritual “Paes agung”, jadi bisa dipastikan karakter yang memakai ini di film #gundala adalah kaum ningrat.

Yang memakai sumping berarti bukan rakyat Biasa seperti sancaka.

She’s different.. a royal blood.

Secara filosofis, sumping di kuping memiliki arti penggunanya harus mawas diri lan waspodo dalam mendengarkan aspirasi wong cilik (rakyat kecil), tidak semua keluhan rakyat kecil serta merta harus ditanggapi. Ada yang di filter, ada yang di biarkan, ada yang ditanggapi.

Awalnya pada waktu karakter ini muncul, Saya Kira sumping hanya dipakai saat dia “beraksi” Saja. Tetapi setelah melihat mid credit scene, Saya menyadari bahwa karakter ini memakainya hampir setiap waktu, berarti dia bukan sembarangan.

Apalagi melihat dia dan ajudannya adalah orang yang memiliki ras “foreigner”, bisa jadi mereka adalah royal blood Tapi tidak tahu dari mana, ras foreigner dengan kearifan budaya jawi.

Image

Oh, Saya lupa .. Tambahan tentang paraphrasing satrio paningit yang disinggung Ghazul dalam bahasa kawi. Bahwa yang selama ini bersembunyi telah muncul.

Tim #Gundala juga meriset dengan baik tentang serat Jayabaya. Satrio paningit yang akan membawa kemakmuran setelah gonjang ganjing besar.

Legenda Satrio paningit ini percaya atau tidak masih dipakai untuk isu-isu di pemilu-pemilu setelah era awal reformasi. Satrio paningit ini adalah “ksatria/pahlawan yang tersembunyi”. @jokoanwar mengambil mitologi jawa sama seperti marvel mengambil mitologi Nordik utk Thor.

Sesekali Saya membahas asimilasi pop culture dan kebudayaan jawa di http://majasoka.com Jika berminat membandingkan harta kekayaan Tony stark Dan VOC, monggo. Tony Stark Dan VOC Serta Pengaruhnya di Jawa.

Itu saja dulu untuk malam ini, saya yakin masih banyak easter egg lain. Mungkin jika ada yang lain bisa ditambahkan. Terimakasih, dan shout out buat rekan-rekan @idgeekinout dan group twitter Spoiler gundala.

Ya’ll rawk.

Artikel ini diambil dari Thread saya di Twitter.

Kalau kamu punya teori atau informasi yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit(Aswin)