Author: Ferdian Kelana

Bumilangit Akhirnya Meresmikan dan Merilis Rakyat Bumilangit Sebagai Official Fans Base, Ayo Bergabung Disini.

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Hari sabtu tanggal 12 September 2019 bertempat dipanggung utama Indonesia Comic Con 2019, Bumilangit yang diwakili VP Marketing Bumilangit Aristo Kristandyo, dan beberapa pemeran film Jagat Sinema Bumilangit (JSB) seperti Abimana, Muzakki, dan Zara JKT48 mengumumkan perihal official fans base dari JSB.

Kata “Rakyat” dipilih untuk menjadi istilah penyebutan para penggemar karakter-karakter yang masuk dalam dunia Bumilangit, karena para penggemar dan para jagoan di Bumilangit adalah keluarga besar.

Dalam filmnya, Gundala menyebut dirinya adalah Rakyat, maka para penggemarnya juga adalah rakyat. Maka diputuskan menggunakan istilah Rakyat Bumilangit untuk para penggemar ini.

“Balik lagi kan memang jagoannya pun hadir dari rakyat dan memang seorang rakyat. Jadi memang dikembalikkan lagi, yang punya Jagad Bumilangit harusnya adalah rakyat. Mereka bisa berkontribusi juga terhadap Bumilangit, selama ini yang sudah berkontribusi terima kasih atas masukannya” ungkap Abimana pemeran Sancaka a.k.a Gundala.

Abimana juga mengungkapkan kalau hadirnya rakyat bumilangit ini bisa lebih berkontribusi dan komunikasinya bisa jadi dua arah.

“Selama ini (komunikasinya) hanya 1 arah, kita bikin film mereka nonton. Rakyat Bumilangit bisa berkontribusi tuh, bisa kasih masukan, jadi komunikasinya 2 arah.” Tambah Abimana.

Bumilangit secara resmi merilis dan meresmikan program “Rakyat Bumilangit” dengan simbolis memberikan dummy logo Rakyat Bumilangit kepada dua inisiator komunitas Kathā Rakyat Bumilangit (Myra Kiriyuu & Shani Budi) dan pak Adji.

Abimana memberikan secara simbolik dummy logo Rakyat Bumilangit kepada inisiator komunitas Kathā Rakyat Bumilangit, foto dari @GundalaOfficial

“ini adalah bentuk apresiasi terbesar bumilangit, dimana Bumilangit akan memberikan informasi lebih dahulu, kepada rakyat bumilangit. Informasi tentang produk, tentang film yang akan diluncurkan, tentang komik yang akan diluncurkan.” Ungkap pak Aristo

Jika dilihat dari apa yang dilakukan oleh bumilangit selama ini, dimana mereka mencoba untuk mengumpulkan karakter-karakter komik Indonesia lalu menyatukannya dalam satu dunia. Dalam program ini juga, mereka ingin mempersatukan para Rakyat Bumilangit.

Mempersatukan mereka dalam pertemuan-pertemuan reguler, tidak hanya antara rakyat bumilangit, tetapi juga dengan bumilangit dan orang-orang dibelakangnya. Bukan hanya di Jakarta, tetapi juga dikota-kota lain.

“Rakyat Bumilangit juga akan mendapatkan kesempatan pertama untuk mendapatkan license merchandisenya, seperti yang terjadi hari ini (di ICC)” tambah pak Aristo

Buat kamu yang ingin daftar menjadi Rakyat Bumilangit, kamu bisa kunjungi form pendaftarannya di website bumilangit.com, atau kamu bisa kunjungi daftar.rakyatbumilangit.com yang nantinya akan diarahkan ke form pendaftarannya.

Ayo bergabung dengan barisan Rakyat Bumilangit, karena kalau rakyat sudah bersatu, tak bisa dikalahkan. (eFKa)

Film ‘Gundala’ Mendapat Sambutan Meriah Di Toronto International Film Festival 2019, Penonton Sudah Antri Sejam Sebelum Film Tayang. [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Luar biasa antusias penonton Film Gundala di Toronto International Film Festival 2019, antrian sudah mengular setengah jam sebelum dimulai.

Tidak perlu bercerita panjang lebar lagi, silahkan baca aja rilis berita yang yang dikeluarkan oleh Bumilangit dibawah ini.

Kalau kamu punya informasi yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, RakyatBumilangit.com | Film ‘Gundala’ baru saja melakukan premier internasional di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) dalam program Midnight Madness. Pada tanggal 11 September waktu Toronto, film ‘Gundala’ diputar dan selanjutnya diadakan sesi tanya jawab bersama sutradara Joko Anwar dan produser Bismarka Kurniawan dan Wicky V. Olindo.

Sambutan meriah diberikan oleh penonton Toronto International Film Festival, bahkan antusiasme ini sudah terlihat dari antrian yan sudah mengular sejam sebelum film tayang.

Peter Kupowlsky, programmer Midnight Madness TIFF, bersama Joko Anwar dan produser Bismarka Kurniawan serta Wicky V. Olindo dalam sesi tanya jawab setelah penayangan Gundala di TIFF

Joko Anwar lewat Twitter-nya mendokumentasikan penonton yang sedang mengantri untuk mendapatkan tiket ‘Gundala’. Sekitar 500 orang terlihat setia menunggu tengah malam untuk menonton film asli Jagoan Indonesia ini. Beberapa minggu sebelum tayang, sebuah situs Amerika Serikat bernama That Shelf memasukkan nama ‘Gundala’ sebagai salah satu film paling diantisipasi di Toronto International Film Festival tahun ini.

So tadi itu video orang antri #Gundaladitoronto saya ambil sejam sebelum jam tayang. 30 menit kemudian antriannya udah sampe muter jauuhh2813:08 PM – Sep 12, 2019Twitter Ads info and privacy90 people are talking about this

Seusai film diputar, review dari penonton pun mulai bermunculan di Twitter.

Bukan hanya melalui Twitter, banyak penonton yang dengan setia mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar 40 menit. Para penonton menyampaikan apresiasinya dan menikmati cerita yang disuguhkan. Mereka dapat mengerti isu sosial Indonesia yang ditampilkan dalam film.

Masih akan ada dua pemutaran film ‘Gundala’ di Toronto International Film Festival 2019 yaitu pada 12 dan 14 September di Scotiabank Theatre.

Toronto International Film Festival (TIFF) yang berlangsung tanggal 5-15 September 2019 adalah satu dari lima festival film paling bergengsi dan terbesar di dunia selain Cannes Film Festival, Venice Film Festival, Berlin Film Festival, serta Sundance Film Festival.

Seleksi untuk bisa masuk ke dalam festival-festival ini sangat ketat dan sangat sulit ditembus. TIFF setiap tahunnya dikunjungi oleh sekitar 500 ribu penonton.

TIFF dianggap sebagai ajang untuk film-film yang akan berkompetisi di Oscar. Film-film seperti AMERICAN BEAUTY, BLACK SWAN, SLUMDOG MILLIONAIRE tayang perdana di festival ini.

Program Midnight Madness adalah kategori paling bergengsi di TIFF untuk film genre (non-drama) dan hanya 10 film setiap tahunnya dipilih dari seluruh dunia. ‘Gundala’ terpilih sebagai satu dari dua film yg mewakili Asia tahun ini.

Pada program Midnight Madness, ada juga film dari legenda Jepang Takashi Miike dan film terbaru Nicholas Cage. Program ini adalah salah satu andalan festival tersebut dan merupakan favorit yang selalu dipenuhi penonton.

GUNDALA yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. GUNDALA akan memulai sederetan film tentang jagoan dan jawara dari cergam-cergam Indonesia yang disebut Jagat Sinema Bumilangit yang diproduksi Bumilangit Studios dan Screenplay Films, bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource Entertainment.

Film ‘Gundala’ bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan  memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Film ‘Patriot Taruna: Virgo and The Sparklings’ Diumumkan, Dicari Pemeran Yang Akan Mendampingi Zara JKT48 [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Merespon hangatnya sambutan masyarakat kepada film Gundala, Bumilangit Studios dan Screenplay mengumumkan Film ke-3 dari Jagat Sinema Bumilangit yang akan segera diproduksi.

Menyusul Film Gundala yang sedang tayang dan Film Si Buta dari Goa Hantu yang sudah satu tahun lalu diumumkan.

Film Virgo and The Sparklings akan diperankan oleh Zara JKT48, yang tentunya akan merangkul banyak anak-anak muda untuk lebih kenal dengan Jagat Sinema Bumilangit.

Menjadi tokoh jagoan yang bisa dibilang sangat berbeda dengan jagoan-jagoan sebelumnya, dimana Virgo adalah musisi dan memiliki sebuah band.

Dalam pengumuman film ini, Bumilangit Studios dan Screenplay juga membuka audisi untuk pemerang yang nantinya akan mendampingi Zara JKT48 dalam band Virgo and The Sparklings. Akan berperan sebagai Ussy (memainkan keyboard) dan Monica (drummer).

Kamu berminat? #VirgoTalentSearch

Kalau kamu punya teori atau informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 12 September 2019 | Dalam euforia sambutan masyarakat terhadap ‘Gundala’ yang telah mencapai satu juta penonton, Jagat Sinema Bumilangit memberikan kabar bahagia bahwa film selanjutnya siap diluncurkan. Screenplay Bumilangit resmi mengumumkan peluncuran film “Patriot Taruna: Virgo and The Sparklings”.

Virgo yang merupakan karakter ciptaan Jan Mintaraga sebelumnya sudah diumumkan akan diperankan oleh Adhisty Zara, atau yang banyak dikenal sebagai Zara JKT48. Hari ini dimulai pencarian bakat untuk memerankan dua karakter pendampingnya.

Virgo Talent Search akan berfokus mencari dua karakter yang akan berada di grup band The Sparklings yaitu Ussy (memainkan keyboard) dan Monica (drummer). Persyaratannya adalah perempuan berusia atau yang dapat berperan sebagai perempuan antara 14-19 tahun.

Bisa bermain musik dan bernyanyi merupakan nilai tambah. Mengunggah rekaman video yang menunjukkan kemampuan akting dan menyanyi atau bermain musik dengan durasi 1 menit dan memasang hashtag #virgotalentsearch.

Virgo pertama kali diciptakan Jan Mintaraga dan melakukan debutnya di komik pada tahun 1973. Sejak saat itu, Virgo menjadi salah satu karakter paling dikenal di Jagat Bumilangit.

Ia kerap tampil sebagai bintang tamu di berbagai komik lainnya dan memegang peran di komik “Patriot: Prahara” di mana 30 jagoan Jagat Bumilangit bertemu.

Di tahun 2017, Annisa Nisfihani dan Ellie Goh mengadaptasi Virgo ke versi modern, dengan cerita Virgo menjadi anak kuliah semester satu dan membentuk sebuah grup band bersama dua orang temannya.

Ditayangkan di Line Webtoon, komik “Virgo and The Sparklings” sudah dialihbahasakan ke 14 bahasa oleh para fans-nya di seluruh dunia, mulai dari Prancis, Thailand, Spanyol, Saudi Arabia, China, dan Jerman.

Film “Patriot Taruna: Virgo and The Sparklings” akan melakukan syuting tahun depan dengan diproduseri oleh Joko Anwar, Bismarka Kurniawan, dan Wicky V. Olindo.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Screenplay Bumilangit Mengumumkan Peluncuran Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1 [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Sekitar 2 minggu setelah merilis film Gundala, Bumilangit Studios bersama rumah produksi Screenplay Films memperkenalkan Jagat Sinema Bumilangit Jilid Pertama. Tidak tanggung-tanggung, mereka memperkenalkan 7 Film sekaligus para pemeran utama dari sebagian besar film nya.

7 Film yang diumumkan ini, termasuk Film Si Buta dari Goa Hantu yang sudah pernah diumumkan akan disutradarai oleh Timo Tjahjanto. Tetapi tetap menjadi misteri siapa yang akan memerankan Si Butanya.

Kalau kamu punya teori atau informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 11 September 2019 | Screenplay Bumilangit resmi mengumumkan peluncuran Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1. Beberapa tahun ke depan telah dipersiapkan tujuh film yang akan berada dalam jalinan film yang berada di dalam satu cerita. Jagat Sinema Bumilangit dibuka dengan Patriot Pertama yaitu ‘Gundala’ yang telah tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 29 Agustus 2019.

Aktor dan aktris Indonesia papan atas dipastikan akan terlibat di Jagat Sinema Bumilangit. Mereka adalah Abimana Aryasatya yang berperan sebagai Gundala, Chicco Jerikho sebagai Godam, Pevita Pearce sebagai Sri Asih, Chelsea Islan sebagai Tira, Tara Basro sebagai Merpati, Asmara Abigail sebagai Desti Nikita, Hannah Al Rashid sebagai Camar, Kelly Tandiono sebagai Bidadari Mata Elang, Joe Taslim sebagai Mandala, Vanesha Prescilla sebagai Cempaka, Della Dartyan sebagai Nila Umaya, Ario Bayu sebagai Ghani Zulham, Bront Palarae sebagai Pengkor, Lukman Sardi sebagai Ridwan Bahri, Daniel Adnan sebagai Tanto Ginanjar, Tatjana Saphira sebagai Mustika Sang Kolektor, Zara JKT48 sebagai Virgo, Dian Sastrowardoyo sebagai Dewi Api, dan Nicholas Saputra sebagai Aquanus.

Joko Anwar, selaku creative producer menyampaikan bahwa Jagat Sinema Bumilangit adalah perpanjangan dari jagat cerita yang terinspirasi dari komik-komik legendaris Indonesia, “Sebenarnya jagat cerita ini sudah ada sejak tahun 60an. Karakter-karakter cergam dari pengarang yang berbeda bisa bertemu dan berkongsi cerita dalam satu penerbitan. Jagat sinema Bumilangit mengadaptasi jagat cerita ini.”

Mengenai rencana ke depannya, ia memberikan bocoran, “Yang sudah pasti ada tujuh film setelah Gundala yang sedang dipersiapkan. Mereka ada di era Jawara dan Patriot. Ada Sri Asih, Godam dan Tira, Si Buta dari Gua Hantu, Patriot Taruna, Mandala, Gundala Putra Petir, dan Patriot. Di film-film ini akan muncul karakter-karakter lain juga. Kami sudah membuat benang merah cerita dan perkembangan tiap karakter dengan rapi dari film pertama sampai akhir. Nantinya akan dikembangkan lagi oleh tiap sutradara dan penulis untuk tiap filmnya. Jadinya karakter dan cerita akan sangat terjaga.”

Karakter-karakter penting dalam Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1

Selain itu, ia menambahkan, “Kami ingin menjadikan Jagat Sinema Bumilangit ini sebagai showcase untuk talenta-talenta terbaik Indonesia, baik di depan maupun di belakang kamera. Jadi selain harus cocok dengan karakternya, juga harus punya skill yang sangat tinggi.”

Wicky V. Olindo, produser dari Screenplay Bumilangit menjelaskan, “Jagat Sinema Bumilangit merupakan usaha untuk memberikan kesegaran bagi penonton Indonesia. Dengan jalinan cerita yang tersambung satu sama lain, penonton dapat merasakan cara bercerita yang seru. Ke depannya, film-film ini bisa menjadi hiburan juga inspirasi bagi masyarakat banyak.”

Bismarka Kurniawan, produser dari Screenplay Bumilangit mengatakan, “Peluncuran Jagat Sinema ini diharapkan memberikan gairah dan semangat baru bagi industri kreatif di Indonesia. Karya anak bangsa harus jadi tuan rumah di negara sendiri dan bahkan dipasarkan secara internasional.”

Apa itu Jagat Bumilangit? Bumilangit yang berdiri sejak tahun 2003 adalah sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, sekitar 1000 lebih karakter ciptaan banyak komikus legendaris Indonesia. Nama-nama legenda seperti bapak komik Indonesia RA Kosasih, Ganes TH., Hasmi, Jan Mintaraga, Mansyur Daman, Wid NS, Nono GM, Banuarli Ambardi, Mater, sampai Iwan Nazif dan Is Yuniarto, merupakan original artist yang lisensi karyanya dimiliki oleh Bumilangit.

Jagat Bumilangit dimulai sejak Letusan Toba 75.000 SM. Jagat Bumilangit terbagi atas empat era yaitu Era Legenda, Era Jawara, Era Patriot, dan Era Revolusi. Era Jawara adalah eranya para pendekar, mereka ada di masa kerajaan nusantara. Jagat Jawara memiliki 500 karakter dengan 50 judul komik yang telah diterbitkan. Di antaranya ada Si Buta Dari Gua Hantu dan Mandala.

Jajaran aktor dan aktris papan atas Indonesia yang akan memerankan karakter-karakter penting di Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1

Sedangkan Era Patriot adalah eranya para jagoan. Mereka ada di masa saat ini. Untuk Jagat Patriot terdiri dari 700 karakter dan 110 judul komik yang telah diterbitkan dan dijual. Sepanjang sejarahnya komik-komik ini telah terjual lebih dari dua juta eksemplar dan dibaca oleh lebih dari sepuluh juta orang. Karakter-karakter terkemuka yang termasuk di dalamnya adalah Gundala, Sri Asih, jagoan pertama Indonesia yang diciptakan tahun 1954, lalu Godam, Tira, Sembrani, dan masih banyak lagi lainnya.

Film ‘Gundala’ ditulis skenarionya dan disutradarai oleh Joko Anwar. Gundala diperankan oleh Abimana Aryasatya. Kembalinya karakter ciptaan Hasmi ke layar lebar ini diharapkan dapat memperlihatkan ke generasi baru bahwa Indonesia mempunyai karakter jagoan yang layak dibanggakan. ‘Gundala’ diproduksi oleh Bumilangit Studios dan Screenplay Films, bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource entertainment.

Selain tayang di Indonesia, Film ‘Gundala’ berhasil menembus Toronto International Film Festival bersama beberapa film dunia yang paling ditunggu kehadirannya tahun ini, antara lain JOKER karya Todd Phillips, RADIOACTIVE dari Marjane Satrapi, dan KNIVES OUT yang dibintangi Chris Evans dan Daniel Craig. ‘Gundala’ akan bersaing dengan film-film lainnya untuk memperebutkan People’s Choice Awards. Film ‘Gundala’ akan diputar di program Midnight Madness dan menjadi satu-satunya film Asia Tenggara di program tersebut.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Bumilangit Dan Koloni Meluncurkan Komik Gundala The Official Movie Adaptation [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Bisa dibilang saya cukup beruntung dapat membeli komik ini di Gramedia saat saya sedang ada urusan di Bandung, karena tinggal 1 dan setelah itu saya mendengar kabar kalau banyak yang lagi kehabisan komiknya.

Saya memutuskan membeli komik ini setelah membaca review bukunya yang bikin penasaran, dikabarkan isinya lebih difokuskan kepada Pengkor dan anak-anak yatimnya. Bisa dibilang sebagian puzzle kosong di film Gundala diceritakan disini.

Bagi yang sudah nonton Filmnya lalu membaca komik Adaptasi Film ini, sudut pandang terhadap Pengkor dan Sang Pembisik akan berubah. Kabarnya, saat ini (03/10/2019) komik ini sedang masuk cettakan ke-3. Kamu sudah punya?

Kalau kamu punya teori atau informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 10 September 2019 | KOLONI (imprint penerbit M&C! yang secara khusus menerbitkan komik lokal yang berdiri pada 2003) bekerja sama dengan Gramedia dan Bumilangit meluncurkan komik Gundala: The Official Movie Adaptation pada Minggu, 1 September 2019, di Cozy Field Gramedia Pondok Indah. Acara ini dihadiri oleh para komikus Gundala: The Official Movie Adaptation; Oyasujiwo, Adian Syaf, Doni Cahyono, dan Ecky.

Komik yang diadaptasi dari film ini menceritakan lebih jauh tentang hubungan Sancaka dan Pengkor di masa lalu, sekaligus membahas masa lalu anak-anak Pengkor yang menjadi lawan Sancaka dalam film Gundala. Komik ini ditulis agar para pembacanya dapat menghubungkan cerita-cerita yang telah mereka saksikan dalam film Gundala dengan potongan-potongan cerita baru dalam komik.

Dengan kata lain, komik Gundala: The Official Movie Adaptation ini menjadi bagian penting bagi penonton yang ingin mengulik lebih jauh mengenai karakter-karakter di film Gundala yang telah tayang di bioskop mulai 29 Agustus 2019.

Terkait hal ini, Joko Anwar mengatakan, “Menonton film adalah pengalaman sinematis yang mengasyikkan. Komik Gundala: The Official Movie Adaptation dibuat agar pengalaman sinematis menonton film Gundala bisa dibawa pulang dan diingat kapan saja. Komik ini benar-benar menjadi showcase untuk talenta-talenta komik terbaik Indonesia. Menggelegar di tiap halamannya. Kalau saya bisa menggambar seluar biasa ini, saya nggak akan bikin film.”

Gundala diciptakan oleh Harya Suraminata (Hasmi) ketika masih menjadi mahasiswa Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta (sekarang ISI) pada 1969, ketika berusia 23 tahun. Pada masanya, Gundala dianggap sebagai terobosan di dunia komik Indonesia karena mengisahkan jagoan dengan penokohan yang unik, latar cerita khas Indonesia, dan membawa unsur fiksi ilmiah. Hasmi telah menerbitkan 23 serial komik Gundala dan 1 komik strip Gundala.

News Source:Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Film ‘Gundala’ Berhasil Menembus Toronto International Film Festival 2019 Bersama Film-Film Terbaik Dunia Termasuk Joker [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Toronto International Film Festival dalah salah satu festival film internasional yang sangat bergengsi, dan Film Gundala menjadi salah satu film yang ikut ditayangkan disana.

Kesempatan ini tentunya akan membuat Film Gundala ini akan lebih dikenal secara Internasional, harapannya juga akan berimbas kepada film-film yang ada dalam Jagat Sinema Bumilangit yang lainnya.

Tidak banyak negara yang memiliki Jagat Sinema Jagoan atau Superhero Cinematic Universes, salah satunya Indonesia. Semoga film-film selanjutnya akan mendapatkan ekspose yang lebih luas lagi diluar Indonesia.

Kalau kamu punya informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 4 September 2019 | Film GUNDALA yang tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 29 Agustus 2019 berhasil menembus Toronto International Film Festival bersama beberapa film dunia yang paling ditunggu kehadirannya tahun ini, antara lain JOKER karya Todd Phillips, RADIOACTIVE, dan KNIVES OUT yang dibintangi Chris Evans dan Daniel Craig.

GUNDALA akan bersaing dengan film-film lainnya untuk memperebutkan People’s Choice Awards. Film GUNDALA akan diputar di program Midnight Madness dan menjadi satu-satunya film Asia Tenggara di program tersebut.

GUNDALA yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 29 Agustus 2019. Ini adalah film pertama dalam Jagat Sinema Bumilangit, serangkaian film tentang patriot dan jawara yang diadaptasi dari komik-komik legendaris Indonesia. Film ini diproduksi oleh Bumilangit Studios dan Screenplay Films yang bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource Entertainment.

Toronto International Film Festival (TIFF) yang akan berlangsung tanggal 5-15 September 2019, adalah satu dari lima festival film paling bergengsi dan terbesar di dunia selain Cannes Film Festival, Venice Film Festival, Berlin Film Festival, serta Sundance Film Festival. Seleksi film yang akan ditayangkan dalam festival-festival ini sangat ketat dan sangat sulit ditembus. TIFF setiap tahunnya dikunjungi oleh sekitar 500 ribu penonton.

“Senang sekali bisa mengenalkan sosok jagoan asli Indonesia ke panggung internasional. Kami semua bersyukur bahwa film Gundala ini sebagai sebuah kreasi anak bangsa mendapat kesempatan untuk terpilih di ajang dunia yang sangat selektif sekelas TIFF. Kami sebagai produser mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua tim film Gundala dan para fans nasional yang setia selalu mendukung,” kata produser GUNDALA Bismarka Kurniawan.

“Suatu kehormatan Gundala bisa terpilih di sebuah festival bergengsi. Tentunya bangga film Indonesia bisa disejajarkan dengan film-film terbaik dari seluruh dunia”, kata produser GUNDALA Wicky V. Olindo.

“Ini bukti bahwa secara standar, kualitas film Gundala sudah mendapat pengakuan dari publik internasional,” kata Joko Anwar.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif menyampaikan dukungannya, “Film Gundala adalah awal dari serbuan ‘local superheroes’ yang akan meramaikan jagat perfilman nasional. Warisan materi-materi ini merupakan Intellectual Property (IP) yang sangat berpotensi dikembangkan agar memiliki dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Tembusnya GUNDALA di TIFF ini sangat menggembirakan. Akan menguntungkan bagi promosi film ini karena pasti akan menambah keyakinan dan ekspektasi publik film nasional.”

TIFF dianggap sebagai ajang untuk film-film yang akan berkompetisi di Oscar. Film-film seperti AMERICAN BEAUTY, BLACK SWAN, SLUMDOG MILLIONAIRE tayang perdana di festival ini.

Jadwal lengkap pemutaran GUNDALA di Toronto International Film Festival 2019 akan keluar pada 20 Agustus. Pada program Midnight Madness, ada juga film dari legenda Jepang Takashi Miike dan film terbaru Nicholas Cage. Program ini adalah salah satu program andalan dan favorit dari festival tersebut yang selalu dipenuhi penonton.

Kembalinya karakter ciptaan Hasmi ke layar lebar ini diharapkan dapat memperlihatkan ke generasi baru bahwa Indonesia mempunyai karakter jagoan yang layak dibanggakan. Setelahnya akan ada film-film lain dari karakter-karakter Bumilangit yang siap diproduksi filmnya dan dikenalkan kepada masyarakat.

Film GUNDALA bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia harus terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan bagi mereka yang tertindas.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Timo Tjahjanto Siap Hidupkan Kembali Si Buta Dari Gua Hantu Ke Layar Lebar [ARSIP]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Tahun lalu, Bumilangit Studios bersama rumah produksi Screenplay Films secara resmi mengumumkan akan mengangkat tokoh komik “Si Buta Dari Gua Hantu” kedalam Film dengan menunjuk Timo Tjahjanto sebagai sutradara dan penulis skenario filmnya.

Sudah diumumkan dari tahun lalu, tetapi sampai saat ini belum banyak informasi yang dibagikan kepada Rakyat Bumilangit. Terbaru hanya kode-kode untuk pemeran utama Badra Mandrawata si Buta. Itupun belum dapat dikonfirmasi kepastiannya.

Bahkan saat pengumuman Film-Film dan para pemeran Film Jagat Bumilangit bulan lalu, pemeran Si Buta ini pun tidak diperkenalkan. Padahal film ini adalah film ke-2 yang diumumkan setelah Film Gundala.

Dari artikel ini, Bumilangit baru mengumumkan siapa yang akan jadi musuh utama si Buta, yaitu Mata Malaikat. Sama seperti si Buta, pemera Mata Malaikat juga belum diumumkan.

Kalau kamu punya informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 27 Oktober 2018 – Spekulasi mengenai penggarapan film Si Buta dari Gua Hantu sejak Agustus tahun lalu akhirnya terjawab sudah. Rumah produksi Screenplay Films bersama Bumilangit Studios secara resmi mengumumkan akan mengangkat tokoh legendaris Indonesia itu ke layar lebar dengan judul Si Buta dari Gua Hantu. Dalam proses pembuatan filmnya, Screenplay Films dan Bumilangit Studios menunjuk Timo Tjahjanto sebagai sutradara dan penulis skenario film Si Buta dari Gua Hantu

Menilik sejarahnya, Si Buta dari Gua Hantu merupakan mahakarya dari salah satu maestro cerita bergambar Indonesia, Ganes Thiar Santosa. Walaupun komikus yang lebih dikenal dengan nama Ganes TH ini sudah banyak mengeluarkan karya lainnya, namun komik ini menjadi pelopor komik silat Indonesia.

Sejak pertama kali terbit pada tahun 1967, Si Buta dari Gua Hantu menimbulkan ‘demam silat’ khas nusantara dan menginspirasi banyak komikus untuk berkiprah di genre ini. Si Buta dari Gua Hantu juga menjadi salah satu intellectual property karya anak bangsa yang paling banyak diadaptasi ke dalam media layar kaca dan layar lebar.

Setelah hadir dalam 21 judul komik, 7 judul film layar lebar, dan 2 judul sinetron, kini Si Buta dari Gua Hantu akan kembali ke layar lebar lewat tangan dingin Timo Tjahjanto. Dalam versi kali ini, skenario Si Buta dari Gua Hantu akan ditulis ulang dan dikemas secara modern, naskah inilah yang kemudian dipakai Timo di film ini. Nantinya Film Si Buta dari Gua hantu akan berpusat pada dua karakter utama yaitu Barda alias nama asli dari Si Buta dan Mata Malaikat, yang tak lain adalah musuh Barda.

“Nantinya film ini akan menjadi menjadi character origin of Barda. Begitu juga dengan Mata Malaikat, seorang villain yang kharismatik dan dia adalah pendekar legendaris. Kita membuat dua origin stories meskipun fokus pada karakter Barda,” kata Timo Tjahjanto.

“Kita akan menceritakan unsur penting dan menyentuh dimana Barda masih punya rasa kemanusiaan, ia bersahabat dengan Kliwon, monyetnya. Lalu Tongkat Barda yang terbuat dari batu granit bisa menjadi sangat kuat, lalu mengapa sampai Barda memakai baju ular. Meskipun ini film fantasi, tapi akan ada logika-logika yang kita gali,” lanjut Timo sedikit membocorkan filmnya.

Timo mengungkapkan , dalam pembuatan naskah film Si Buta dari Gua Hantu, ia meperbaharui visi dari Ganes TH untuk dibuat relatable dengan masa kini. Sebagai re-introduction kepada generasi sekarang, format komik digital di platform Facebook sudah dirilis oleh Bumilangit Comic Media dengan gambar dan cerita yang didasari oleh karya-karya sebelumnya.

Komik karya penulis Oyasujiwo dan komikus Iwan Nazif ini bertujuan untuk mengantar penggemar baru dan long time die-hard fans ke film layar lebar, dan memperoleh penghargaan Comic of The Year di ajang Popcon Award 2018.

Sementara nama-nama aktor dan aktris yang terlibat dalam film Si Buta dari Gua Hantu masih dalam tahap seleksi dan masih dirahasiakan, film Si Buta dari Gua Hantu akan mengangkat tema utama PENDEKAR NUSANTARA. Proses pra produksi tengah berlangsung, shooting film ditargetkan untuk dapat dimulai pada bulan Maret 2019.

Penunjukkan Timo Tjahjanto di kursi sutradara tentu bukan tanpa alasan, ia memiliki sederet prestasi luar biasa di balik layar. Bersama Screenplay Films, sepak terjang Timo pun sangat gemilang. Pria berusia 38 tahun itu sukses menggarap Headshot (2016) dan Sebelum Iblis Menjemput (2018). Kedua film ini mendapatkan apresiasi di berbagai festival-festival film bergengsi dunia.

Headshot mendapatkan penghargaan Grand Prix Nouveau Genre Award, kategori International Feature Film Competition di L’Étrange Film Festival Prancis 2016 sementara Sebelum Iblis Menjemput menyabet penghargaan sebagai film terbaik dalam kategori Midnight Xtreme di Festival Film Sitges Spanyol 2018.

Teranyar, Timo sukses menjadi sutradara film original Netflix pertama dari Indonesia yakni The Night Comes For Us, film ini menjadi perbincangan positif di dunia perfilman melalui social media.

Timo Tjahjanto merupakan penggemar dan pembaca komik Si Buta dari Gua Hantu dan ia dipercaya men-direct film ini. Si Buta dari Gua Hantu menjadi karakter legendaris kedua dari Screenplay Films dan Bumilangit Studios yang diangkat ke layar lebar, setelah Gundala yang akan disutradarai Joko Anwar.

Si Buta dari Gua Hantu mengawali kolaborasi Screenplay Films dan Bumilangit Studios dalam mengangkat kembali genre fantasy martial arts dalam genre pendekar.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit