Category Archive : Kabar Rakyat

KRB Mewakili Rakyat Bumilangit Mengunjungi dan Menjelajahi Markas Bumilangit

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Ada kejadian yang spesial buat Kathā Rakyat Bumilangit (KRB) nih hari Kamis, 13 November 2019 kemarin. Untuk pertama kalinya kami datang berkunjung ke kantor Bumilangit di Jakarta.

Saya bersama dua rekan dari KRB, Myra dan Norman, berkesempatan untuk rekaman episode pertama podcast KRB. Podcast ini akan dirilis minggu depan, dengan nama Siniar Suara Rakyat yang disingkat SSR.

Kalau ditanya bagaimana KRB bisa sampai dipercayakan untuk bertandang ke Bumilangit, ceritanya cukup panjang. Dari kelompok yang berkumpul karena gatel ingin bahas spoiler film Gundala, kemudian dinotis tim Bumilangit sendiri, hingga salah satu anggota kami yang berhasil PDKT dengan pihak Bumilangit untuk akhirnya rekaman podcast ini.

Tujuan kami datang ke Bumilangit sebenarnya sederhana, rekaman podcast dengan pembicara tamu dari pihak Bumilangit. Sempat ketar-ketir sebelumnya, berhubung dari tiga anggota kami yang ikut datangnya satu demi satu ke lokasi dan nggak bisa barengan. Kebetulan di lantai bawah gedungnya ada kafe, jadi masih bisa atur napas dulu sebelum naik ke lokasi.

Barulah, waktu melewati pintu masuk, kami bergetar.

Kantornya nyaman sekali—dan lebih dari nyaman, setiap sudutnya adalah selebrasi dari intellectual property (IP) alias karakter-karakter Bumilangit itu. Memang tidak semua karakter dipajang, tapi isinya benar-benar bikin kami terpana.

Ada berbagai merchandise dan komik yang sudah pernah dirilis sebelumnya, rak yang berisi pernak-pernik berikut trofi pencapaian Bumilangit di berbagai perhelatan penghargaan, hingga action figures yang tidak dirilis ke masyarakat luas.

Menurut Pak Imansyah Lubis, figures-nya dibuat dari concept art awal sebelum desain karakter yang dirilis secara resmi dikunci; karena takut membuat konsumen bingung dengan banyaknya desain karakter, akhirnya action figures itu tidak dijual untuk umum.

Selain itu, setiap sudut tembok Bumilangit juga dipenuhi dengan gambar-gambar karakter Bumilangit—bukan cuma Gundala yang memang sudah beken dengan filmnya, tetapi ada juga karakter Aquanus serta Virgo and the Sparklings yang webtoon-nya juga bisa langsung kalian baca di lapak-lapak resmi Bumilangit, baik online maupun melalui versi cetaknya.

Pokoknya, kantor Bumilangit itu sangat Instagrammable, deh—sayangnya banyak hal yang kami saksikan di Bumilangit bersifat rahasia, jadi tidak bisa kami foto dan hanya bisa kami nikmati sendiri.

Yang paling menarik buat saya sendiri, di markas Bumilangit ada satu ruangan yang khusus untuk menyimpan rak-rak yang tingginya sampai langit-langit. Isinya? Tentu saja komik-komik Indonesia lama yang IP-nya kini dimiliki oleh Bumilangit.

Kebetulan pintu ruangannya dari kaca transparan, jadi saya dan Mbak Myra sempat menunjuk-nunjuk bersemangat ke komik-komik yang ada dalam rak—meskipun ujung-ujungnya kami tidak berani masuk juga. Isi raknya terlalu berharga untuk kami ganggu, rasanya.

Setelah beberapa saat planga-plongo melihat-lihat lantai atas kantor Bumilangit, kami lantas dipandu oleh Mbak Fauzia Chang selaku salah satu anggota digital marketing Bumilangit dan kuncen kami malam itu untuk bertandang ke lantai kantor Bumilangit lainnya.

Kalau di lantai atas tadi biasanya ditempati oleh tamu-tamu Bumilangit, nah, di lantai bawah inilah kehidupan Bumilangit sebenarnya terjadi. Karena waktu kami sampai sudah lewat jam 6 sore, kebanyakan anggota Bumilangit sudah meninggalkan kantor atau sedang siap-siap pulang.

Tapi, kami masih berkesempatan untuk mengunjungi beberapa work station para karyawan Bumilangit—tentunya dengan konten yang tidak bisa kami bocorkan. Rahasia, guys—nanti kita tunggu sama-sama lagi ya apa yang akan dirilis Bumilangit. Yang bisa saya bilang, isi kantornya sangat menggetarkan hati.

Barulah setelah keliling di lantai tersebut, kami berkumpul di meeting room dengan Pak Imansyah Lubis (Pak Iman), Pak Erfan Fajar (Pak Erfan), dan Mas Tanfidz Tamamuddin (Mas Tamam) untuk menjalankan agenda utama malam itu, yaitu rekaman Siniar Suara Rakyat Episode 1.

Kalau kalian ingat, di awal film Gundala ada bumper berupa ilustrasi karakter Bumilangit dari era Patriot dan era Jawara. Nah, di ruangan tempat kami rekaman, ilustrasi itu menjadi backdrop yang mengisi satu dinding ruangan—pokoknya penuansaan Bumilangit sangat kuat deh di ruangan itu.

Rekaman podcast pun dimulai—meski sebelum itu kami sempat jiper dan gugup sedikit, tapi pembicaraan dengan ketiga pembicara tamu benar-benar langsung mengalir. Bukan itu saja, selama kurang-lebih dua jam kami mengobrol dengan mereka, berkali-kali percakapan diwarnai dengan guyonan dan tawa yang terpingkal-pingkal.

Pada rekaman segmen pertama, di episode SSR perdana ini akan ada pembahasan mengenai Rakyat Bumilangit, Kathā Rakyat Bumilangit, perbedaan keduanya, dan harapan Bumilangit tentang hubungan mereka dengan kita sebagai rakyat di masa-masa yang akan datang.

Di segmen kedua, karena kedatangan Mas Tamam dan Pak Erfan selaku tim kreatif komik Godam Putih Hitam. Tentunya kami membicarakan berbagai proses dan pemikiran di balik komik tersebut, lengkap juga dengan pembicaraan mengenai berbagai meme dan tagar yang beredar sebagai respons panas dari rilisnya Godam setiap minggu.

Tidak hanya itu, ada juga perdebatan seru mengenai tokoh Awang dan Godam itu sendiri, serta banyak topik lain yang pastinya bisa kalian pantengin begitu episode SSR perdana ini dirilis.

Selesai melakukan rekaman, perasaan yang memenuhi saya, tentunya, adalah puas. Dari awal, saya memang sangat terkesan dengan upaya Bumilangit untuk mendekatkan diri dengan para penggemarnya, bahkan menjadikan para penggemar sebagai bagian dari jagat Bumilangit itu sendiri.

Kesan itu pula yang saya dapatkan ketika bercakap-cakap dengan para tokoh di balik Bumilangit; mereka menyambut saya dan dua rekan KRB lainnya dengan sangat ramah.

Bahkan, mengobrol dengan mereka langsung terasa seperti teman sejawat, alih-alih kesan “raja” dan “rakyat” yang kerap terjadi di lingkungan-lingkungannya.

Dengan power distance sekecil itu—tentu dengan diimbangi oleh rasa saling menghormati dari KRB dan Bumilangit—obrolan yang kami lakukan benar-benar berlangsung lancar dan seru.

Singkat cerita, saya memiliki pengharapan yang cukup besar mengenai hubungan kerja sama antara Bumilangit dan rakyatnya di tahun-tahun mendatang.

Mengingat banyaknya karya yang akan dirilis, serta antusiasme Bumilangit sendiri untuk memanjakan penggemarnya dan terus meningkatkan kualitas karya mereka, saya yakin bahwa ekspektasi kita akan dipuaskan dengan baik.

Terakhir, jangan lupa tunggu tanggal rilis Siniar Suara Rakyat episode pertama! Saat ini kalian sudah bisa dengerin SSR episode perkenalan, dimana ada Aswin & Upi mencoba untuk menceritakan awal mula KRB ini terbentuk. Silahkan cari di Spotify atau buka artikelnya disini.

Film Gundala Mendapatkan 9 Nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia 2019

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Festival Film Indonesia (FFI) 2019 akan segera digelar, ditandai dengan pengumuman para nominasi yang akan memperebutkan 21 Piala Citra. Film Gundala masuk dalam 9 nominasi FFI 2019, dimana Joko Anwar dan Abimana Aryasatya masuk dalam Nominasi itu.

Joko Anwar dinominasikan sebagai “Penulis Skenario Adaptasi Terbaik”, bersaing dengan Gina S. Noer & Yandy Laurens (Keluarga Cemara), Mira Lesmana & Gina S. Noer (Bebas), Rano Karno (Si Doel The Movie 2), dan Upi (My Stupid Boss 2).

Sedangkan Abimana Aryasatya sang Gundala masuk dalam nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik, bersaing dengan Angga Yunanda (Dua Garis Biru), Lukman Sardi (27 Steps of May), Muhammad Khan (Kucumbu Tubuh Indahku), Reza Rahadian (My Stupid Boss 2), dan Ringgo Agus Rahman (Keluarga Cemara)

7 Nominasi yang lain didapat oleh para pendukung film, mereka adalah:

  • Ical Tanjung – Pengarah Sinematografi Terbaik
  • Wencislaus de Rozari – Pengarah Artistik Terbaik
  • Abby Eldipie – Penata Efek Visual Terbaik
  • Khikmawan Santosa & Anhar Moha – Penata Suara Terbaik
  • Aghi Narottama, Bemby Gusti, & Tony Merle – Penata Musik Terbaik
  • Isabelle Patrice – Penata Busana Terbaik
  • Darwyn Tse – Penata Rias Terbaik

Pengumuman nominasi ini digelar di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta pada 12 November 2019 kemarin, dimana Ibu Sancaka (Marissa Anita) diberi tugas menjadi pemandu acaranya.

Selain itu, Wulan (Tara Basro), Godam (Chicco Jerikho), dan Laura Basuki saat itu diperkenalkan sebagai duta FFI 2019.

FFI Tahun ini Ridwan Bahri (Lukman Sardi) menjadi Ketua Komite FFI, didampingi oleh Nia Dinata yang berada dalam Komite Penjurian FFI.

Dikutip dari situs resmi FFI, Proses penyeleksian film yang akan masuk dalam Nominasi Piala Citra tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, beberapa tim telah dibentuk untuk melakukan proses penyeleksian yang terdiri dari beberapa tahapan baru.

Proses pertama yaitu penyeleksian dari kurator film yang terdiri dari 7 orang dari berbagai profesi yaitu akademisi, jurnalis, dan pekerja film. Setelah kurator selesai menyeleksi film-film yang telah lulus sensor dan sudah ditayangkan di bioskop Indonesia, film tersebut kemudian akan dikerucutkan lagi menjadi daftar pendek berisi 30-50 film.

Film-film terpilih ini kemudian akan dinilai oleh asosiasi profesi untuk menetapkan nominasi dalam beberapa kategori. Setelah proses seleksi dari Asosiasi Profesi selesai dilakukan, film yang terpilih kemudian akan masuk dalam tahapan voting untuk ditentukan sebagai pemenang.

Pelaku proses voting ini merupakan anggota FFI yang sudah mengonfirmasikan dirinya untuk mengikuti voting pada tahun ini.

Berikut beberapa daftar nominasi FFI 2019:

NOMINASI FILM CERITA PANJANG TERBAIK

  1. 27 STEPS OF MAY – Produksi: Green Glow
  2. BUMI MANUSIA – Produksi: Falcon Pictures
  3. DUA GARIS BIRU – Produksi: Starvision, Wahana
  4. KELUARGA CEMARA – Produksi: Visinema Pictures
  5. KUCUMBU TUBUH INDAHKU – Produksi: Fourcolours Films

NOMINASI SUTRADARA TERBAIK

  1. Garin Nugroho – KUCUMBU TUBUH INDAHKU
  2. Gina S. Noer – DUA GARISBIRU
  3. Hanung Bramantyo – BUMI MANUSIA
  4. Ravi L. Bharwani – 27 STEPS OF MAY
  5. Riri Riza – BEBAS

NOMINASI PENULIS SKENARIO ASLI TERBAIK

  1. Garin Nugroho – KUCUMBU TUBUH INDAHKU
  2. Gina S. Noer – DUA GARISBIRU
  3. Joko Anwar – ORANGKAYA BARU
  4. Rayya Makarim – 27 STEPS OFMAY
  5. Titien Wattimena – AMBU

NOMINASI PENULIS SKENARIO ADAPTASI TERBAIK

  1. Gina S. Noer, Yandy Laurens – KELUARGA CEMARA
  2. Joko Anwar – GUNDALA
  3. Mira Lesmana, Gina S. Noer – BEBAS
  4. Rano Karno – SI DOEL THE MOVIE 2
  5. Upi – MY STUPID BOSS 2

NOMINASI PENGARAH SINEMATOGRAFI TERBAIK

  1. Arfian – MY STUPID BOSS 2
  2. Ical Tanjung – GUNDALA
  3. Ical Tanjung – AVE MARYAM
  4. Padri Nadeak – DUA GARIS BIRU
  5. Yudi Datau – AMBU

NOMINASI PENGARAH ARTISTIK TERBAIK

  1. Adrianto Sinaga – A MAN CALLED AHOK
  2. Allan Sebastian – BUMI MANUSIA
  3. Edy Wibowo – KUCUMBU TUBUH INDAHKU
  4. Oscart Firdaus – DUA GARIS BIRU
  5. Vida Sylvia – 27 STEPS OFMAY
  6. Wencislaus de Rozari – GUNDALA

NOMINASI PENATA EFEK VISUAL TERBAIK

  1. Abby Eldipie – GUNDALA
  2. Andi Novianto, Gaga Nugraha, R. Satria Bhayangkara –DREADOUT
  3. Herdanius Larobu – GHOST WRITER
  4. Herdanius Larobu – POCONG: THE ORIGIN
  5. Raiyan Laksamana – BUMI MANUSIA

NOMINASI PENATA SUARA TERBAIK

  1. Khikmawan Santosa, Anhar Moha – GUNDALA
  2. Khikmawan Santosa, Dicky Permana – KUCUMBU TUBUH INDAHKU
  3. Khikmawan Santosa, M. Ikhsan Sungkar, Adimolana Machmud – POCONG: THE ORIGIN
  4. Khikmawan Santosa, Syamsurrijal, Siti Asifa Nasution – DUA GARIS BIRU
  5. Satrio Budiono, Khikmawan Santosa, Krisna Purna – BUMIMANUSIA
  6. Satrio Budiono, Sutrisno – BEBAS

NOMINASI PENATA MUSIK TERBAIK

  1. Andhika Triyadi – BUMI MANUSIA
  2. Andhika Triyadi – DUA GARIS BIRU
  3. Aghi Narottama, Bemby Gusti, Tony Merle – GUNDALA
  4. Lie Indra Perkasa – BEBAS
  5. Ramondo Gascaro – KUCUMBU TUBUH INDAHKU
  6. Thoersi Argeswara – 27 STEPS OFMAY

NOMINASI PENATA BUSANA TERBAIK

  1. Chitra Subiyakto, Gemailla Gea Geriantiana – BEBAS
  2. Gemailla Gea Geriantiana – A MAN CALLED AHOK
  3. Isabelle Patrice – GUNDALA
  4. Retno Ratih Damayanti – BUMI MANUSIA
  5. Retno Ratih Damayanti – KUCUMBU TUBUH INDAHKU

NOMINASI PENATA RIAS TERBAIK

  1. Darwyn Tse – GUNDALA
  2. Eba Sheba, Sutomo, Adi Wahono – MY STUPID BOSS 2
  3. Jerry Octavianus – A MAN CALLED AHOK
  4. Jerry Octavianus – BUMI MANUSIA
  5. Retno Ratih Damayanti – KUCUMBU TUBUH INDAHKU

NOMINASI PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK

  1. Abimana Aryasatya – GUNDALA
  2. Angga Yunanda – DUA GARIS BIRU
  3. Lukman Sardi – 27 STEPS OFMAY
  4. Muhammad Khan – KUCUMBU TUBUH INDAHKU
  5. Reza Rahadian – MY STUPID BOSS2
  6. Ringgo Agus Rahman – KELUARGA CEMARA

NOMINASI PEMERAN UTAMA WANITA TERBAIK

  1. Nirina Zubir – KELUARGACEMARA
  2. Raihaanun – 27 STEPS OF MAY
  3. Sha Ine Febriyanti – BUMIMANUSIA
  4. Sissy Prescillia – MILLY & MAMET: INI BUKAN CINTA & RANGGA
  5. Zara JKT48 – DUA GARIS BIRU

Daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2019, dapat kamu lihat disini.

Semoga Film pembuka Jagad Sinema Bumilangit ini berhasil mendapatkan banyak Piala Citra di tahun ini. AAAAAMIIIIIN.

Ngobrol Bareng Devita Kristanti, Komikus Sri Asih Webtoon (+ GIVEAWAY)

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Video terbaru di Channel Bumilangit Official, mengundang Devita Kristanti sang komikus Komik Webtoon Sri Asih. Tidak hanya berbagi soal pengalamannya dibidang komik, Devita juga ngasih sedikit cerita tentang webtoon Sri Asih yang akan segera rilis!

Dalam Deskripsinya, dituliskan ada GIVEAWAY spesial!
Cara ikutannya sangat mudah nih.

Follow instagram @bumilangitofficial
Subscribe channel Bumilangit Official
Tulis di kolom comment divideo “Tentang seperti apa sosok perempuan Indonesia masa kini?”

Komen terbaik akan mendapatkan hadiah special.
Cantumkan Nama Lengkap dan Instagram-mu, dan pastikan akunmu TIDAK DI-PRIVATE Juga, WAJIB sertakan Hashtag: #Bumilangit #BLGiveaway #SriAsih #TalkWithCreator

Pengumuman pemenang akan lakukan di Instagram @BumilangitOfficial dan pemenangnya akan dihubungi via DM untuk konfirmasi dan hadiahnya. Periode Giveaway ini sampai 16 November 2019!

Gampang kan, Langsung aja ikutan.

Ini dia Pengumuman Resmi Pencarian Penulis Skenario Film dan Serial Jagat Sinema Bumilangit

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Setelah diwacanakan beberapa waktu yang lalu, Akhirnya Joko Anwar dan Bumilangit mengumumkan peluang bagi Rakyat Bumilangit untuk menjadi penulis skenario Jagat Sinema Bumilangit.

Pertama kali diungkapkan dipublik saat acara IdeaFest 2019, Joko Anwar membocorkan rencana pencarian penulis skenario ini. Mereka yang terpilih nanti akan diberikan pelatihan penulisan Skenario.

Bahkan saat tampil di Indonesia Comic Con 2019, Joko Anwar juga mengungkapkan kalau ada kemungkinan sang penulis terpilih nanti untuk disekolahkan ke luar negeri.

Penulis skenario yang dicari tidak hanya untuk Film, tetapi juga untuk skenario Serial Jagat Sinema Bumilangit. Jadi buat kamu yang punya ide-ide keren dan imajinasi yang kuat, coba aja ikutan Audisi ini.

Audisi ini sangat terbuka buat para penulis pemula, karena kalau kamu dianggap punya potensi, tidak menutup kemungkinan untuk dipilih dan disekolahkan untuk jadi lebih keren.

Perhatikan apa aja yang perlu kamu tulis, seperti yang dipost oleh Joko Anwar diatas. Terutama tulisan skenario dalam format standard industri.

Seperti apa itu tulisan skenario dalam format standard industri?
ini penjelasan Joko Anwar menjawab pertanyaan serupa di Twitter.

Dibawah ini ada beberapa artikel dan Video yang mungkin akan membantu kamu untuk mulai menulis, semangat mencoba kawan-kawan. Good Luck.

8 Langkah Sederhana Membuat Skenario Film Pendek << Klik
Contoh Format Skenario Film << Klik
Contoh skenario film pendek dan format skenario << Klik

Jika dirasa kurang, silahkan Googling sendiri yes. ^_^

Koleksi terbaru dari Film Gundala, Komik Gundala Edisi Sketsa (Unwrapped)

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Suksesnya komik Gundala berdasar adaptasi dari Film Gundala yang sudah dicetak beberapa kali dalam sebulan awal rilisnya, Bumilangit kembali merilis komik ini dalam bentuk yang berbeda.

Menyambut hari peringatan Sumpah Pemuda, Komik Gundala Edisi Sketsa (Unwrapped) dirilis tanggal 27 Oktoober 2019 kemarin. Tidak melalui jaringan toko buku seperti biasanya, komik ini hanya dapat dibeli di toko online Bumilangit di Tokopedia.

Kalau melihat poster yang dirilis oleh Bumilangit, Tokopedia menjadi Exclusive Partner untuk distribusi komik ini.

Seperti informasi yang dibagikan Bumilangit di facebook, buku ini memuat kumpulan sketsa dan naskah komik pencil asli dari komikus Gundala Movie Adaptation, Ardian Syaf. Kita akan disuguhi goresan pensil indah dari Ardian Syaf, yang menjadi salah satu komikus terbaik Indonesia.

Bumilangit menyiapkan beberapa paket bundling komik bersama Merchandisenya, yang bisa kamu pilih.

Is Yuniarto di facebooknya menuliskan kalau melalui buku ini pembaca bisa menikmati proses pengkaryaan komik dalam perspektif yang berbeda.

Tertarik? Kamu bisa pesan paket komiknya disini bit.ly/topedBL << klik

Sumber: FB Is Yuniarto

Selamat Datang di Website Resmi Kathā Rakyat Bumilangit

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Dua hari setelah Bumilangit meresmikan program “Rakyat Bumilangit” di hari pertama Indonesia Comic Con 2019 di Jakarta Convention Center, kami ikut merilis website resmi Kathā Rakyat Bumilangit dengan alamat www.RakyatBumilangit.com.

Sebenarnya website ini belum sepenuhnya siap untuk dipublish, masih proses pembangunan dan pengisian konten. Meski begitu, bagi setidaknya web ini sudah cukup layak untuk diumumkan. Pembangunan dapat dilakukan terus menerus, yang penting kita sudah memulai dan semoga dapat tanggapan yang baik dari para Rakyat Bumilangit. Seperti ada istilah yang pernah saya dengar, “Take Action, Miracle Happen”.

Ada dua momentum yang kami pakai untuk merilis website ini, yang pertama seperti yang sudah ditulis diatas, dimana ada dua inisiator Kathā Rakyat Bumilangit (@ShaniBudi & @MyraKiriyuu) yang mewakili para Rakyat Bumilangit untuk menerima Dummy Logo Rakyat Bumilangit diatas panggung.

Shani Budi (memegang logo Rakyat Bumilangit), bersama Myra Kiriyu & pak Adji menjadi perwakilan Rakyat Bumilangit.

Momentum kedua adalah, besoknya (13/10) adalah satu bulan Kathā Rakyat Bumilangit dibentuk. Kami sangat bahagia sekali dengan respon masyarakat terhadap kehadiran kami dalam satu bulan ini, termasuk juga respon dari Bumilangit sendiri yang sangat terbuka sekali. Bahkan kami sempat diundang oleh pak Aristo dari Bumilangit untuk membicarakan Rakyat dan kemungkinan kerjasama kedepannya.

OK, balik lagi ke Website RakyatBumilangit.com
Kami sangat terbuka sekali untuk menerima segala macam pemikiran, ide, saran, kritik, teori, tentang kami maupun jagat Bumilangit. Silahkan kirim itu ke email KathaRakyatBumilangit@gmail.com

Untuk Sementara, didalam website ini ada beberapa kategori informasi yang disajikan, Silahkan kalau ada yang mau ikut berkontribusi untuk menulis Artikel, membuat Video, termasuk juga membuat podcast yang berhubungan dengan Jagat Bumilangit (Komik, Film, Merchandse, dll).

KABAR RAKYAT
Adalah artikel yang berisi informasi atau liputan, baik itu dari Bumilangit nya langsung ataupun dari Redaksi RakyatBumilangit.

TULISAN RAKYAT
Adalah artikel pendapat rakyat tentang film, buku/komik, acara, interview dengan yang berhubungan dengan Jagat Bumilangit. Silahkan kirim Tulisan kamu ke email kami diatas.

TEORI RAKYAT
Kami paham, kalau Rakyat memiliki banyak teori setelah menonton film, membaca komik, atau bahkan setelah mengikuti talkshow yang ngebahas Jagat Bumilangit. Ini mirip seperti kategori Tulisan Rakyat, tetapi ini lebih spesifik tentang Teori Rakyat tentang Karakter dan cerita dalam Jagat Bumilangit.

KATHĀ RAKYAT
Kathā diambil dari bahasa sansekerta yang artinya adalah Cerita. Kategori ini nantinya akan berisi cerita-cerita versi rakyat (FunFic) dari setiap karakter atau gabungan beberapa karakter Bumilangit. Ingat, Bumilangit sedang mencari penulis skenario untuk film-film di Jagat Sinema Bumilangit. Buat cerita versimu, kirim keemail kami untuk ditampilkan diwebsite RakyatBumilangit.com.

GAMBAR RAKYAT
Banyak Rakyat yang punya kemampuan gambar yang sangat bagus, kamu yang memiliki kemampuan itu, silahkan kirim gambar kamu beserta penjelasan tentang gambar yang kamu buat dan profil singkat mu ke email kami.

SUARA RAKYAT
Ini adalah ruang bagi Rakyat untuk bersuara melalui podcastnya masing-masing, kami akan tampung suara-suara itu agar dapat didengarkan oleh khalayak ramai. Kirim link episode tentang Jagat Bumilangit yang ada di Anchor.fm, sertakan juga Deskripsi beberapa kalimat tentang episide podcast yang kamu buat itu dan profil singkat podcastmu ke email kami.

Selain Podcast, kamu juga boleh bersuara menggunakan video. Silahkan kirim link Vlog mu beserta info seperti diatas.

Silahkan manfaatkan website ini untuk mengekspresikan kecintaan kalian kepada karakter dan Jagat Bumilangit, karena website ini dari Rakyat, untuk Rakyat, dan akan tumbuh bersama Rakyat.

Selamat Datang di Rumah Kita, Rumah para Rakyat Bumilangit.

Pevita Pearce Meluncurkan Komik Sri Asih Bersamaan Dengan Komik-Komik Terbaru Dari Bumilangit

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Setelah peluncuran film Sri Asih sebulan lalu yang telah menasbihkan Pevita Pearce sebagai karakter jagoan ciptaan RA Kosasih tersebut, segera akan hadir pula komik “Sri Asih” versi terbaru yang akan hadir sebagai serial Webtoon. Film “Sri Asih” sendiri sedang dipersiapkan dan dijadwalkan tayang tahun 2020.

Webtoon Serial “Sri Asih” akan diterbitkan mingguan melalui platform baca komik gratis Line Webtoon. Webtoon ini akan menceritakan perjalanan Sri Asih sebagai perempuan muda yang menjalankan hidup sebagai jagoan di dunia masa kini.Diceritakan oleh Archie the RedCat dan digambar oleh Devita Krisanti. Duo komikus muda yang karyanya telah menjadi salah satu webtoon terpopuler di Indonesia.

Sri Asih adalah karakter jagoan Indonesia yang diciptakan oleh Bapak Komik Indonesia, RA Kosasih dan terbit pertama kali di tahun 1954. Sri Asih adalah karakter jagoan pertama yang terbit dalam sejarah komik Indonesia dan digambarkan memiliki kekuatan menggandakan diri serta memiliki selendang sakti. Oleh RA Kosasih, Sri Asih adalah jagoan yang mendapatkan kekuatan titisan dari Dewi Asih dan beraksi membela kebenaran melawan kejahatan.

Selain komik “Sri Asih”, Bumilangit masih menyimpan kejutan lain. Ada empat judul komik jagoan yang akan dirilis yaitu “Si Buta dari Gua Hantu Vol 3 Rajamandala”, “Virgo and the Sparklings Vol 3”, “Godam Putih Hitam”, dan “Mandala Golok Setan Vol 1”.

Berhasil mengalahkan Mata Malaikat, Si Buta Dari Gua Hantu melanjutkan petualangannya. Kali ini ia keluar dari desanya dan berjalan ke timur Nusantara dan melihat bagaimana orang-orang jahat ada di mana-mana. Pemerintahan kolonial, saudagar Belanda, bahkan centeng Pribumi. Akan tetapi, muncul mendadak seorang sosok sakti yang bertarung bersama Si Buta dari Gua Hantu. Siapa dia? Baca “Si Buta dari Gua Hantu volume 3: Rajamandala” yang dicetak oleh M&C Koloni – Bumilangit. Dengan tim yaitu Aji Prasetyo, Iwan Nazif, dan Doni Cahyono.

Lanjutan kisah Riani, Ussy dan Monik hadir dalam komik cetak “Virgo and the Sparklings volume 3”. Webtoon fantasi terpopuler Indonesia ini digambar oleh Annisa Nisfihani dan ditulis oleh Ellie Goh. Dengan jadwal film “Virgo and the Sparklings” yang akan tayang di tahun 2020 maka komik ini layak menjadi koleksi untuk mengenal lebih dekat pada karakter-karakter tersebut.

Ada juga kisah Mandala dalam “Mandala Golok Setan volume 1”, pak Man komikus aslinya berkolaborasi bersama Rizqi R Mosmarth, Ardian Syaf, dan Doni Cahyono dalam komik yang dicetak oleh M&C Koloni – Bumilangit ini. Komik ini bercerita tentang asal muasal Mandala.

Selain komik cetak, ada juga komik online yang dirilis. Pertama, “GODAM Putih Hitam” yang akan tayang di Facebook dan Twitter. Erfan Fajar & Tanfidz T mengerjakan komik ini. Melanjutkan peristiwa “Prahara” yang menimbulkan banyak korban dan kerusakan kota beberapa waktu lalu, rupanya membangkitkan rasa antipati sebagian masyarakat terhadap para adisatria. Roh Setan memanfaatkan hal itu untuk menghancurkan Godam dengan membuat fitnah dan mengadu-domba Godam agar bertarung melawan seseorang yang pernah diselamatkan nyawanya bertahun-tahun lalu. Apa yang terjadi? Nantikan kisahnya.

Dari kelima komik tersebut, komik “Si Buta Dari Gua Hantu volume 3 Rajamandala” sudah dapat dibeli.

Apa itu Jagat Bumilangit? Bumilangit yang berdiri sejak tahun 2003 adalah sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, sekitar 1000 lebih karakter ciptaan banyak komikus legendaris Indonesia. Nama-nama legenda seperti bapak komik Indonesia RA Kosasih, Ganes TH., Hasmi, Jan Mintaraga, Mansyur Daman, Wid NS, Nono GM, Banuarli Ambardi, Mater sampai Iwan Nazif dan Is Yuniarto merupakan original artist yang karyanya dilisensi di Bumilangit.

Jagat Bumilangit dimulai sejak Letusan Toba 75.000 SM. Jagat Bumilangit terbagi atas empat era yaitu Era Legenda, Era Jawara, Era Patriot, dan Era Revolusi. Era Jawara adalah eranya para pendekar, mereka ada di masa kerajaan nusantara. Jagat Jawara memiliki 500 karakter dengan 50 judul komiknya yang telah diterbitkan.  Di antaranya ada Si Buta Dari Gua Hantu dan Mandala.

Sedangkan Era Patriot adalah eranya para jagoan. Mereka ada di masa saat ini. Untuk Jagat Patriot terdiri dari 700 karakter dan 110 judul komiknya, yang telah diterbitkan dan dijual. Sepanjang sejarahnya komik-komik ini telah terjual lebih dari dua juta eksemplar dan dibaca oleh lebih dari sepuluh juta orang. Karakter-karakter terkemuka yang termasuk di dalamnya adalah Gundala, Sri Asih, jagoan pertama Indonesia yang diciptakan tahun 1954, lalu Godam, Tira, Sembrani dan masih banyak lagi lainnya.

Tahun ini, Jagat Sinema Bumilangit diluncurkan dengan film dari Patriot Pertama yaitu Gundala. Tahun depan, sedang dipersiapkan untuk dirilis film dari Virgo and the Sparklings dan Sri Asih.

Bumilangit Akhirnya Meresmikan dan Merilis Rakyat Bumilangit Sebagai Official Fans Base, Ayo Bergabung Disini.

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Hari sabtu tanggal 12 September 2019 bertempat dipanggung utama Indonesia Comic Con 2019, Bumilangit yang diwakili VP Marketing Bumilangit Aristo Kristandyo, dan beberapa pemeran film Jagat Sinema Bumilangit (JSB) seperti Abimana, Muzakki, dan Zara JKT48 mengumumkan perihal official fans base dari JSB.

Kata “Rakyat” dipilih untuk menjadi istilah penyebutan para penggemar karakter-karakter yang masuk dalam dunia Bumilangit, karena para penggemar dan para jagoan di Bumilangit adalah keluarga besar.

Dalam filmnya, Gundala menyebut dirinya adalah Rakyat, maka para penggemarnya juga adalah rakyat. Maka diputuskan menggunakan istilah Rakyat Bumilangit untuk para penggemar ini.

“Balik lagi kan memang jagoannya pun hadir dari rakyat dan memang seorang rakyat. Jadi memang dikembalikkan lagi, yang punya Jagad Bumilangit harusnya adalah rakyat. Mereka bisa berkontribusi juga terhadap Bumilangit, selama ini yang sudah berkontribusi terima kasih atas masukannya” ungkap Abimana pemeran Sancaka a.k.a Gundala.

Abimana juga mengungkapkan kalau hadirnya rakyat bumilangit ini bisa lebih berkontribusi dan komunikasinya bisa jadi dua arah.

“Selama ini (komunikasinya) hanya 1 arah, kita bikin film mereka nonton. Rakyat Bumilangit bisa berkontribusi tuh, bisa kasih masukan, jadi komunikasinya 2 arah.” Tambah Abimana.

Bumilangit secara resmi merilis dan meresmikan program “Rakyat Bumilangit” dengan simbolis memberikan dummy logo Rakyat Bumilangit kepada dua inisiator komunitas Kathā Rakyat Bumilangit (Myra Kiriyuu & Shani Budi) dan pak Adji.

Abimana memberikan secara simbolik dummy logo Rakyat Bumilangit kepada inisiator komunitas Kathā Rakyat Bumilangit, foto dari @GundalaOfficial

“ini adalah bentuk apresiasi terbesar bumilangit, dimana Bumilangit akan memberikan informasi lebih dahulu, kepada rakyat bumilangit. Informasi tentang produk, tentang film yang akan diluncurkan, tentang komik yang akan diluncurkan.” Ungkap pak Aristo

Jika dilihat dari apa yang dilakukan oleh bumilangit selama ini, dimana mereka mencoba untuk mengumpulkan karakter-karakter komik Indonesia lalu menyatukannya dalam satu dunia. Dalam program ini juga, mereka ingin mempersatukan para Rakyat Bumilangit.

Mempersatukan mereka dalam pertemuan-pertemuan reguler, tidak hanya antara rakyat bumilangit, tetapi juga dengan bumilangit dan orang-orang dibelakangnya. Bukan hanya di Jakarta, tetapi juga dikota-kota lain.

“Rakyat Bumilangit juga akan mendapatkan kesempatan pertama untuk mendapatkan license merchandisenya, seperti yang terjadi hari ini (di ICC)” tambah pak Aristo

Buat kamu yang ingin daftar menjadi Rakyat Bumilangit, kamu bisa kunjungi form pendaftarannya di website bumilangit.com, atau kamu bisa kunjungi daftar.rakyatbumilangit.com yang nantinya akan diarahkan ke form pendaftarannya.

Ayo bergabung dengan barisan Rakyat Bumilangit, karena kalau rakyat sudah bersatu, tak bisa dikalahkan. (eFKa)

Perang Teori Film “Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot” Dalam Fantheory Bumilangit

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Fantheory Bumilangit bersama Ghifari Aldiansyah (@heroid.id ), Nopri Haryanto (@dailyscreen ), Ryan BCU (@breakdown.universe ) dan Stephany Josephine (@stephanyjosephine ). Banyak sekali fan theory seru yang dibahas, mimin deg-degan dengernya.

Mulai dari pembicaraan Sri Asih, mas Ghifari berpendapat bahwa beliau adalah pihak yang ‘membiayai’ kostum Gundala, dimana Mba Teppy berpendapat bahwa Sri Asih akan mengumpulkan para Patriot. Mas Ryan malah punya teori bahwa Sri Asih adalah ‘semi immortal’; mungkin entitasnya sudah hidup sejak lama dan memperhatikan para Jagoan dari jaman dahulu kala. ⁣

Kemudian ada pertanyaan, apakah Sancaka akan bertemu Awang di Tenggara? Salah satu narasumber berteori, ada beberapa pahlawan yang sudah ‘menjaga’ Tenggara. Mas Ghifari berteori bahwa Mandala adalah pahlawan yang menjaga Tenggara, serta berteori juga tentang bagaimana film Gundala Putera Petir akan berlokasi di Tenggara.

Saat membahas Ki Wilawuk, sebuah teori muncul; apakah Ghazul adalah keturunan Ki Wilawuk seperti Dr. Jaka di komiknya? Dr. Jaka adalah keturunan Ki Wilawuk yang berhasil membangkitkannya kembali di komik.⁣

Salah satu teori lainnya dicetuskan oleh mas Nopri, dimana Sancaka adalah keturunan Tumenggung Wiralaga, yaitu sosok yang mengalahkan Ki Wilawuk di jaman dahulu. Mas Ryan menimpalin dengan teori yang lebih liar, bahwa Si Buta dan Sancaka bisa saja satu keturunan.⁣

Tulisan diatas hanyalah sebagian kecil dari teori-teori menarik lainnya yang dikeluarkan pada sesi Fantheory di acara Vidio Experience yang diadakan di Senayan City kemarin (21/09/2019).

Surprise paling menyenangkan untuk para inisiator, mas Ghifari tiba-tiba menyebut Katha Rakyat Bumilangit on stage! Terimakasih atas shout out nya, benar-benar membuat hati kami berbunga-bunga.

Selesai Nonton Gundala di TIFF 2019, Illustrator Terkenal Marvel, David Ross Memberikan Pujian.

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Salah satu ilustrator komik Marvel yaitu David Ross berkesempatan menonton langsung film ‘Gundala’ saat ditayangkan di Toronto International Film Festival 2019. Beliau memberikan respon positif untuk film Gundala, dan sangat terkesan akan antusiasme penonton.

David Ross juga memberikan ulasan singkatnya untuk film Gundala, sebagai berikut:

Saya suka ceritanya dan menurut saya castingnya cukup memuaskan. Adegan perkelahiannya sangat bagus – hasil dari koreografi serta pengeditan yang memadai… Joko (Anwar) juga menyebutkan bahwa beberapa adegan tersebut hanya dilakukan dengan satu kali take!!!

Sinematografi nya hebat, dengan pujian khusus untuk pencahayaan dan juga set. Namun filmnya cukup panjang, dan saya rasa bisa diedit sedikit di bagian awal cerita asal-usulnya.

Kita mengerti bahwa hidup anak (Sancaka) tersebut sulit, tapi beberapa dari adegan tersebut bisa diperpendek, dan mungkin yang terlihat ganjil bisa dihapus untuk membuat filmnya lebih ringkas.

Apakah saya akan merekomendasikan Gundala… tentu saja! Saya berharap film ini dapat didistribusikan dengan baik sehingga semua masyarakat disini mendapatkan kesempatan untuk menikmatinya!”⁣

David Ross adalah ilustrator kelas dunia yang terkenal akan karyanya bersama Marvel, beberapa diantaranya yaitu ‘Iron Man’ dan ‘Avengers Infinity Gauntlet’. Di bulan Juni lalu, beliau juga pernah berkontribusi dan memberikan ilustrasi FanArt untuk Gundala dengan gaya khasnya.⁣

Gundala sendiri berhasil masuk dan sedang tayang di Toronto International Film Festival (TIFF), yang merupakan salah satu festival film internasional bergengsi dan terbesar di dunia. Gundala juga masuk ke dalam kategori Midnight Madness, yaitu kategori paling bergengsi di TIFF untuk film genre (non-drama), dan hanya 10 film setiap tahun nya dipilih dari seluruh dunia.

‘Gundala’ terpilih menjadi salah satu film yang mewakili Asia tahun ini. Pada program Midnight Madness, ada juga film karya legenda Jepang Takashi Miike serta film terbaru Nicholas Cage. Program ini adalah salah satu andalan festival tersebut dan merupakan favorit yang selalu dipenuhi penonton. Gundala sendiri sudah ditayangkan 3 kali dan sold out loh!

[14 September 2019]⁣

Film ‘Gundala’ Mendapat Sambutan Meriah Di Toronto International Film Festival 2019, Penonton Sudah Antri Sejam Sebelum Film Tayang. [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Luar biasa antusias penonton Film Gundala di Toronto International Film Festival 2019, antrian sudah mengular setengah jam sebelum dimulai.

Tidak perlu bercerita panjang lebar lagi, silahkan baca aja rilis berita yang yang dikeluarkan oleh Bumilangit dibawah ini.

Kalau kamu punya informasi yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, RakyatBumilangit.com | Film ‘Gundala’ baru saja melakukan premier internasional di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) dalam program Midnight Madness. Pada tanggal 11 September waktu Toronto, film ‘Gundala’ diputar dan selanjutnya diadakan sesi tanya jawab bersama sutradara Joko Anwar dan produser Bismarka Kurniawan dan Wicky V. Olindo.

Sambutan meriah diberikan oleh penonton Toronto International Film Festival, bahkan antusiasme ini sudah terlihat dari antrian yan sudah mengular sejam sebelum film tayang.

Peter Kupowlsky, programmer Midnight Madness TIFF, bersama Joko Anwar dan produser Bismarka Kurniawan serta Wicky V. Olindo dalam sesi tanya jawab setelah penayangan Gundala di TIFF

Joko Anwar lewat Twitter-nya mendokumentasikan penonton yang sedang mengantri untuk mendapatkan tiket ‘Gundala’. Sekitar 500 orang terlihat setia menunggu tengah malam untuk menonton film asli Jagoan Indonesia ini. Beberapa minggu sebelum tayang, sebuah situs Amerika Serikat bernama That Shelf memasukkan nama ‘Gundala’ sebagai salah satu film paling diantisipasi di Toronto International Film Festival tahun ini.

So tadi itu video orang antri #Gundaladitoronto saya ambil sejam sebelum jam tayang. 30 menit kemudian antriannya udah sampe muter jauuhh2813:08 PM – Sep 12, 2019Twitter Ads info and privacy90 people are talking about this

Seusai film diputar, review dari penonton pun mulai bermunculan di Twitter.

Bukan hanya melalui Twitter, banyak penonton yang dengan setia mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar 40 menit. Para penonton menyampaikan apresiasinya dan menikmati cerita yang disuguhkan. Mereka dapat mengerti isu sosial Indonesia yang ditampilkan dalam film.

Masih akan ada dua pemutaran film ‘Gundala’ di Toronto International Film Festival 2019 yaitu pada 12 dan 14 September di Scotiabank Theatre.

Toronto International Film Festival (TIFF) yang berlangsung tanggal 5-15 September 2019 adalah satu dari lima festival film paling bergengsi dan terbesar di dunia selain Cannes Film Festival, Venice Film Festival, Berlin Film Festival, serta Sundance Film Festival.

Seleksi untuk bisa masuk ke dalam festival-festival ini sangat ketat dan sangat sulit ditembus. TIFF setiap tahunnya dikunjungi oleh sekitar 500 ribu penonton.

TIFF dianggap sebagai ajang untuk film-film yang akan berkompetisi di Oscar. Film-film seperti AMERICAN BEAUTY, BLACK SWAN, SLUMDOG MILLIONAIRE tayang perdana di festival ini.

Program Midnight Madness adalah kategori paling bergengsi di TIFF untuk film genre (non-drama) dan hanya 10 film setiap tahunnya dipilih dari seluruh dunia. ‘Gundala’ terpilih sebagai satu dari dua film yg mewakili Asia tahun ini.

Pada program Midnight Madness, ada juga film dari legenda Jepang Takashi Miike dan film terbaru Nicholas Cage. Program ini adalah salah satu andalan festival tersebut dan merupakan favorit yang selalu dipenuhi penonton.

GUNDALA yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. GUNDALA akan memulai sederetan film tentang jagoan dan jawara dari cergam-cergam Indonesia yang disebut Jagat Sinema Bumilangit yang diproduksi Bumilangit Studios dan Screenplay Films, bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource Entertainment.

Film ‘Gundala’ bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan  memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Film ‘Patriot Taruna: Virgo and The Sparklings’ Diumumkan, Dicari Pemeran Yang Akan Mendampingi Zara JKT48 [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Merespon hangatnya sambutan masyarakat kepada film Gundala, Bumilangit Studios dan Screenplay mengumumkan Film ke-3 dari Jagat Sinema Bumilangit yang akan segera diproduksi.

Menyusul Film Gundala yang sedang tayang dan Film Si Buta dari Goa Hantu yang sudah satu tahun lalu diumumkan.

Film Virgo and The Sparklings akan diperankan oleh Zara JKT48, yang tentunya akan merangkul banyak anak-anak muda untuk lebih kenal dengan Jagat Sinema Bumilangit.

Menjadi tokoh jagoan yang bisa dibilang sangat berbeda dengan jagoan-jagoan sebelumnya, dimana Virgo adalah musisi dan memiliki sebuah band.

Dalam pengumuman film ini, Bumilangit Studios dan Screenplay juga membuka audisi untuk pemerang yang nantinya akan mendampingi Zara JKT48 dalam band Virgo and The Sparklings. Akan berperan sebagai Ussy (memainkan keyboard) dan Monica (drummer).

Kamu berminat? #VirgoTalentSearch

Kalau kamu punya teori atau informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 12 September 2019 | Dalam euforia sambutan masyarakat terhadap ‘Gundala’ yang telah mencapai satu juta penonton, Jagat Sinema Bumilangit memberikan kabar bahagia bahwa film selanjutnya siap diluncurkan. Screenplay Bumilangit resmi mengumumkan peluncuran film “Patriot Taruna: Virgo and The Sparklings”.

Virgo yang merupakan karakter ciptaan Jan Mintaraga sebelumnya sudah diumumkan akan diperankan oleh Adhisty Zara, atau yang banyak dikenal sebagai Zara JKT48. Hari ini dimulai pencarian bakat untuk memerankan dua karakter pendampingnya.

Virgo Talent Search akan berfokus mencari dua karakter yang akan berada di grup band The Sparklings yaitu Ussy (memainkan keyboard) dan Monica (drummer). Persyaratannya adalah perempuan berusia atau yang dapat berperan sebagai perempuan antara 14-19 tahun.

Bisa bermain musik dan bernyanyi merupakan nilai tambah. Mengunggah rekaman video yang menunjukkan kemampuan akting dan menyanyi atau bermain musik dengan durasi 1 menit dan memasang hashtag #virgotalentsearch.

Virgo pertama kali diciptakan Jan Mintaraga dan melakukan debutnya di komik pada tahun 1973. Sejak saat itu, Virgo menjadi salah satu karakter paling dikenal di Jagat Bumilangit.

Ia kerap tampil sebagai bintang tamu di berbagai komik lainnya dan memegang peran di komik “Patriot: Prahara” di mana 30 jagoan Jagat Bumilangit bertemu.

Di tahun 2017, Annisa Nisfihani dan Ellie Goh mengadaptasi Virgo ke versi modern, dengan cerita Virgo menjadi anak kuliah semester satu dan membentuk sebuah grup band bersama dua orang temannya.

Ditayangkan di Line Webtoon, komik “Virgo and The Sparklings” sudah dialihbahasakan ke 14 bahasa oleh para fans-nya di seluruh dunia, mulai dari Prancis, Thailand, Spanyol, Saudi Arabia, China, dan Jerman.

Film “Patriot Taruna: Virgo and The Sparklings” akan melakukan syuting tahun depan dengan diproduseri oleh Joko Anwar, Bismarka Kurniawan, dan Wicky V. Olindo.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Screenplay Bumilangit Mengumumkan Peluncuran Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1 [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Sekitar 2 minggu setelah merilis film Gundala, Bumilangit Studios bersama rumah produksi Screenplay Films memperkenalkan Jagat Sinema Bumilangit Jilid Pertama. Tidak tanggung-tanggung, mereka memperkenalkan 7 Film sekaligus para pemeran utama dari sebagian besar film nya.

7 Film yang diumumkan ini, termasuk Film Si Buta dari Goa Hantu yang sudah pernah diumumkan akan disutradarai oleh Timo Tjahjanto. Tetapi tetap menjadi misteri siapa yang akan memerankan Si Butanya.

Kalau kamu punya teori atau informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 11 September 2019 | Screenplay Bumilangit resmi mengumumkan peluncuran Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1. Beberapa tahun ke depan telah dipersiapkan tujuh film yang akan berada dalam jalinan film yang berada di dalam satu cerita. Jagat Sinema Bumilangit dibuka dengan Patriot Pertama yaitu ‘Gundala’ yang telah tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 29 Agustus 2019.

Aktor dan aktris Indonesia papan atas dipastikan akan terlibat di Jagat Sinema Bumilangit. Mereka adalah Abimana Aryasatya yang berperan sebagai Gundala, Chicco Jerikho sebagai Godam, Pevita Pearce sebagai Sri Asih, Chelsea Islan sebagai Tira, Tara Basro sebagai Merpati, Asmara Abigail sebagai Desti Nikita, Hannah Al Rashid sebagai Camar, Kelly Tandiono sebagai Bidadari Mata Elang, Joe Taslim sebagai Mandala, Vanesha Prescilla sebagai Cempaka, Della Dartyan sebagai Nila Umaya, Ario Bayu sebagai Ghani Zulham, Bront Palarae sebagai Pengkor, Lukman Sardi sebagai Ridwan Bahri, Daniel Adnan sebagai Tanto Ginanjar, Tatjana Saphira sebagai Mustika Sang Kolektor, Zara JKT48 sebagai Virgo, Dian Sastrowardoyo sebagai Dewi Api, dan Nicholas Saputra sebagai Aquanus.

Joko Anwar, selaku creative producer menyampaikan bahwa Jagat Sinema Bumilangit adalah perpanjangan dari jagat cerita yang terinspirasi dari komik-komik legendaris Indonesia, “Sebenarnya jagat cerita ini sudah ada sejak tahun 60an. Karakter-karakter cergam dari pengarang yang berbeda bisa bertemu dan berkongsi cerita dalam satu penerbitan. Jagat sinema Bumilangit mengadaptasi jagat cerita ini.”

Mengenai rencana ke depannya, ia memberikan bocoran, “Yang sudah pasti ada tujuh film setelah Gundala yang sedang dipersiapkan. Mereka ada di era Jawara dan Patriot. Ada Sri Asih, Godam dan Tira, Si Buta dari Gua Hantu, Patriot Taruna, Mandala, Gundala Putra Petir, dan Patriot. Di film-film ini akan muncul karakter-karakter lain juga. Kami sudah membuat benang merah cerita dan perkembangan tiap karakter dengan rapi dari film pertama sampai akhir. Nantinya akan dikembangkan lagi oleh tiap sutradara dan penulis untuk tiap filmnya. Jadinya karakter dan cerita akan sangat terjaga.”

Karakter-karakter penting dalam Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1

Selain itu, ia menambahkan, “Kami ingin menjadikan Jagat Sinema Bumilangit ini sebagai showcase untuk talenta-talenta terbaik Indonesia, baik di depan maupun di belakang kamera. Jadi selain harus cocok dengan karakternya, juga harus punya skill yang sangat tinggi.”

Wicky V. Olindo, produser dari Screenplay Bumilangit menjelaskan, “Jagat Sinema Bumilangit merupakan usaha untuk memberikan kesegaran bagi penonton Indonesia. Dengan jalinan cerita yang tersambung satu sama lain, penonton dapat merasakan cara bercerita yang seru. Ke depannya, film-film ini bisa menjadi hiburan juga inspirasi bagi masyarakat banyak.”

Bismarka Kurniawan, produser dari Screenplay Bumilangit mengatakan, “Peluncuran Jagat Sinema ini diharapkan memberikan gairah dan semangat baru bagi industri kreatif di Indonesia. Karya anak bangsa harus jadi tuan rumah di negara sendiri dan bahkan dipasarkan secara internasional.”

Apa itu Jagat Bumilangit? Bumilangit yang berdiri sejak tahun 2003 adalah sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, sekitar 1000 lebih karakter ciptaan banyak komikus legendaris Indonesia. Nama-nama legenda seperti bapak komik Indonesia RA Kosasih, Ganes TH., Hasmi, Jan Mintaraga, Mansyur Daman, Wid NS, Nono GM, Banuarli Ambardi, Mater, sampai Iwan Nazif dan Is Yuniarto, merupakan original artist yang lisensi karyanya dimiliki oleh Bumilangit.

Jagat Bumilangit dimulai sejak Letusan Toba 75.000 SM. Jagat Bumilangit terbagi atas empat era yaitu Era Legenda, Era Jawara, Era Patriot, dan Era Revolusi. Era Jawara adalah eranya para pendekar, mereka ada di masa kerajaan nusantara. Jagat Jawara memiliki 500 karakter dengan 50 judul komik yang telah diterbitkan. Di antaranya ada Si Buta Dari Gua Hantu dan Mandala.

Jajaran aktor dan aktris papan atas Indonesia yang akan memerankan karakter-karakter penting di Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1

Sedangkan Era Patriot adalah eranya para jagoan. Mereka ada di masa saat ini. Untuk Jagat Patriot terdiri dari 700 karakter dan 110 judul komik yang telah diterbitkan dan dijual. Sepanjang sejarahnya komik-komik ini telah terjual lebih dari dua juta eksemplar dan dibaca oleh lebih dari sepuluh juta orang. Karakter-karakter terkemuka yang termasuk di dalamnya adalah Gundala, Sri Asih, jagoan pertama Indonesia yang diciptakan tahun 1954, lalu Godam, Tira, Sembrani, dan masih banyak lagi lainnya.

Film ‘Gundala’ ditulis skenarionya dan disutradarai oleh Joko Anwar. Gundala diperankan oleh Abimana Aryasatya. Kembalinya karakter ciptaan Hasmi ke layar lebar ini diharapkan dapat memperlihatkan ke generasi baru bahwa Indonesia mempunyai karakter jagoan yang layak dibanggakan. ‘Gundala’ diproduksi oleh Bumilangit Studios dan Screenplay Films, bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource entertainment.

Selain tayang di Indonesia, Film ‘Gundala’ berhasil menembus Toronto International Film Festival bersama beberapa film dunia yang paling ditunggu kehadirannya tahun ini, antara lain JOKER karya Todd Phillips, RADIOACTIVE dari Marjane Satrapi, dan KNIVES OUT yang dibintangi Chris Evans dan Daniel Craig. ‘Gundala’ akan bersaing dengan film-film lainnya untuk memperebutkan People’s Choice Awards. Film ‘Gundala’ akan diputar di program Midnight Madness dan menjadi satu-satunya film Asia Tenggara di program tersebut.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Bumilangit Dan Koloni Meluncurkan Komik Gundala The Official Movie Adaptation [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Bisa dibilang saya cukup beruntung dapat membeli komik ini di Gramedia saat saya sedang ada urusan di Bandung, karena tinggal 1 dan setelah itu saya mendengar kabar kalau banyak yang lagi kehabisan komiknya.

Saya memutuskan membeli komik ini setelah membaca review bukunya yang bikin penasaran, dikabarkan isinya lebih difokuskan kepada Pengkor dan anak-anak yatimnya. Bisa dibilang sebagian puzzle kosong di film Gundala diceritakan disini.

Bagi yang sudah nonton Filmnya lalu membaca komik Adaptasi Film ini, sudut pandang terhadap Pengkor dan Sang Pembisik akan berubah. Kabarnya, saat ini (03/10/2019) komik ini sedang masuk cettakan ke-3. Kamu sudah punya?

Kalau kamu punya teori atau informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 10 September 2019 | KOLONI (imprint penerbit M&C! yang secara khusus menerbitkan komik lokal yang berdiri pada 2003) bekerja sama dengan Gramedia dan Bumilangit meluncurkan komik Gundala: The Official Movie Adaptation pada Minggu, 1 September 2019, di Cozy Field Gramedia Pondok Indah. Acara ini dihadiri oleh para komikus Gundala: The Official Movie Adaptation; Oyasujiwo, Adian Syaf, Doni Cahyono, dan Ecky.

Komik yang diadaptasi dari film ini menceritakan lebih jauh tentang hubungan Sancaka dan Pengkor di masa lalu, sekaligus membahas masa lalu anak-anak Pengkor yang menjadi lawan Sancaka dalam film Gundala. Komik ini ditulis agar para pembacanya dapat menghubungkan cerita-cerita yang telah mereka saksikan dalam film Gundala dengan potongan-potongan cerita baru dalam komik.

Dengan kata lain, komik Gundala: The Official Movie Adaptation ini menjadi bagian penting bagi penonton yang ingin mengulik lebih jauh mengenai karakter-karakter di film Gundala yang telah tayang di bioskop mulai 29 Agustus 2019.

Terkait hal ini, Joko Anwar mengatakan, “Menonton film adalah pengalaman sinematis yang mengasyikkan. Komik Gundala: The Official Movie Adaptation dibuat agar pengalaman sinematis menonton film Gundala bisa dibawa pulang dan diingat kapan saja. Komik ini benar-benar menjadi showcase untuk talenta-talenta komik terbaik Indonesia. Menggelegar di tiap halamannya. Kalau saya bisa menggambar seluar biasa ini, saya nggak akan bikin film.”

Gundala diciptakan oleh Harya Suraminata (Hasmi) ketika masih menjadi mahasiswa Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta (sekarang ISI) pada 1969, ketika berusia 23 tahun. Pada masanya, Gundala dianggap sebagai terobosan di dunia komik Indonesia karena mengisahkan jagoan dengan penokohan yang unik, latar cerita khas Indonesia, dan membawa unsur fiksi ilmiah. Hasmi telah menerbitkan 23 serial komik Gundala dan 1 komik strip Gundala.

News Source:Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Film ‘Gundala’ Berhasil Menembus Toronto International Film Festival 2019 Bersama Film-Film Terbaik Dunia Termasuk Joker [RILIS]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Toronto International Film Festival dalah salah satu festival film internasional yang sangat bergengsi, dan Film Gundala menjadi salah satu film yang ikut ditayangkan disana.

Kesempatan ini tentunya akan membuat Film Gundala ini akan lebih dikenal secara Internasional, harapannya juga akan berimbas kepada film-film yang ada dalam Jagat Sinema Bumilangit yang lainnya.

Tidak banyak negara yang memiliki Jagat Sinema Jagoan atau Superhero Cinematic Universes, salah satunya Indonesia. Semoga film-film selanjutnya akan mendapatkan ekspose yang lebih luas lagi diluar Indonesia.

Kalau kamu punya informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 4 September 2019 | Film GUNDALA yang tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 29 Agustus 2019 berhasil menembus Toronto International Film Festival bersama beberapa film dunia yang paling ditunggu kehadirannya tahun ini, antara lain JOKER karya Todd Phillips, RADIOACTIVE, dan KNIVES OUT yang dibintangi Chris Evans dan Daniel Craig.

GUNDALA akan bersaing dengan film-film lainnya untuk memperebutkan People’s Choice Awards. Film GUNDALA akan diputar di program Midnight Madness dan menjadi satu-satunya film Asia Tenggara di program tersebut.

GUNDALA yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 29 Agustus 2019. Ini adalah film pertama dalam Jagat Sinema Bumilangit, serangkaian film tentang patriot dan jawara yang diadaptasi dari komik-komik legendaris Indonesia. Film ini diproduksi oleh Bumilangit Studios dan Screenplay Films yang bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource Entertainment.

Toronto International Film Festival (TIFF) yang akan berlangsung tanggal 5-15 September 2019, adalah satu dari lima festival film paling bergengsi dan terbesar di dunia selain Cannes Film Festival, Venice Film Festival, Berlin Film Festival, serta Sundance Film Festival. Seleksi film yang akan ditayangkan dalam festival-festival ini sangat ketat dan sangat sulit ditembus. TIFF setiap tahunnya dikunjungi oleh sekitar 500 ribu penonton.

“Senang sekali bisa mengenalkan sosok jagoan asli Indonesia ke panggung internasional. Kami semua bersyukur bahwa film Gundala ini sebagai sebuah kreasi anak bangsa mendapat kesempatan untuk terpilih di ajang dunia yang sangat selektif sekelas TIFF. Kami sebagai produser mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua tim film Gundala dan para fans nasional yang setia selalu mendukung,” kata produser GUNDALA Bismarka Kurniawan.

“Suatu kehormatan Gundala bisa terpilih di sebuah festival bergengsi. Tentunya bangga film Indonesia bisa disejajarkan dengan film-film terbaik dari seluruh dunia”, kata produser GUNDALA Wicky V. Olindo.

“Ini bukti bahwa secara standar, kualitas film Gundala sudah mendapat pengakuan dari publik internasional,” kata Joko Anwar.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif menyampaikan dukungannya, “Film Gundala adalah awal dari serbuan ‘local superheroes’ yang akan meramaikan jagat perfilman nasional. Warisan materi-materi ini merupakan Intellectual Property (IP) yang sangat berpotensi dikembangkan agar memiliki dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Tembusnya GUNDALA di TIFF ini sangat menggembirakan. Akan menguntungkan bagi promosi film ini karena pasti akan menambah keyakinan dan ekspektasi publik film nasional.”

TIFF dianggap sebagai ajang untuk film-film yang akan berkompetisi di Oscar. Film-film seperti AMERICAN BEAUTY, BLACK SWAN, SLUMDOG MILLIONAIRE tayang perdana di festival ini.

Jadwal lengkap pemutaran GUNDALA di Toronto International Film Festival 2019 akan keluar pada 20 Agustus. Pada program Midnight Madness, ada juga film dari legenda Jepang Takashi Miike dan film terbaru Nicholas Cage. Program ini adalah salah satu program andalan dan favorit dari festival tersebut yang selalu dipenuhi penonton.

Kembalinya karakter ciptaan Hasmi ke layar lebar ini diharapkan dapat memperlihatkan ke generasi baru bahwa Indonesia mempunyai karakter jagoan yang layak dibanggakan. Setelahnya akan ada film-film lain dari karakter-karakter Bumilangit yang siap diproduksi filmnya dan dikenalkan kepada masyarakat.

Film GUNDALA bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia harus terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan bagi mereka yang tertindas.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit

Timo Tjahjanto Siap Hidupkan Kembali Si Buta Dari Gua Hantu Ke Layar Lebar [ARSIP]

JAKARTA – RakyatBumilangit.com | Tahun lalu, Bumilangit Studios bersama rumah produksi Screenplay Films secara resmi mengumumkan akan mengangkat tokoh komik “Si Buta Dari Gua Hantu” kedalam Film dengan menunjuk Timo Tjahjanto sebagai sutradara dan penulis skenario filmnya.

Sudah diumumkan dari tahun lalu, tetapi sampai saat ini belum banyak informasi yang dibagikan kepada Rakyat Bumilangit. Terbaru hanya kode-kode untuk pemeran utama Badra Mandrawata si Buta. Itupun belum dapat dikonfirmasi kepastiannya.

Bahkan saat pengumuman Film-Film dan para pemeran Film Jagat Bumilangit bulan lalu, pemeran Si Buta ini pun tidak diperkenalkan. Padahal film ini adalah film ke-2 yang diumumkan setelah Film Gundala.

Dari artikel ini, Bumilangit baru mengumumkan siapa yang akan jadi musuh utama si Buta, yaitu Mata Malaikat. Sama seperti si Buta, pemera Mata Malaikat juga belum diumumkan.

Kalau kamu punya informasi terbaru yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, atau posting informasi kamu di Group Facebook Kathā Rakyat Bumilangit. (eFKa)

[ARTIKEL BUMILANGIT.com]

Jakarta, 27 Oktober 2018 – Spekulasi mengenai penggarapan film Si Buta dari Gua Hantu sejak Agustus tahun lalu akhirnya terjawab sudah. Rumah produksi Screenplay Films bersama Bumilangit Studios secara resmi mengumumkan akan mengangkat tokoh legendaris Indonesia itu ke layar lebar dengan judul Si Buta dari Gua Hantu. Dalam proses pembuatan filmnya, Screenplay Films dan Bumilangit Studios menunjuk Timo Tjahjanto sebagai sutradara dan penulis skenario film Si Buta dari Gua Hantu

Menilik sejarahnya, Si Buta dari Gua Hantu merupakan mahakarya dari salah satu maestro cerita bergambar Indonesia, Ganes Thiar Santosa. Walaupun komikus yang lebih dikenal dengan nama Ganes TH ini sudah banyak mengeluarkan karya lainnya, namun komik ini menjadi pelopor komik silat Indonesia.

Sejak pertama kali terbit pada tahun 1967, Si Buta dari Gua Hantu menimbulkan ‘demam silat’ khas nusantara dan menginspirasi banyak komikus untuk berkiprah di genre ini. Si Buta dari Gua Hantu juga menjadi salah satu intellectual property karya anak bangsa yang paling banyak diadaptasi ke dalam media layar kaca dan layar lebar.

Setelah hadir dalam 21 judul komik, 7 judul film layar lebar, dan 2 judul sinetron, kini Si Buta dari Gua Hantu akan kembali ke layar lebar lewat tangan dingin Timo Tjahjanto. Dalam versi kali ini, skenario Si Buta dari Gua Hantu akan ditulis ulang dan dikemas secara modern, naskah inilah yang kemudian dipakai Timo di film ini. Nantinya Film Si Buta dari Gua hantu akan berpusat pada dua karakter utama yaitu Barda alias nama asli dari Si Buta dan Mata Malaikat, yang tak lain adalah musuh Barda.

“Nantinya film ini akan menjadi menjadi character origin of Barda. Begitu juga dengan Mata Malaikat, seorang villain yang kharismatik dan dia adalah pendekar legendaris. Kita membuat dua origin stories meskipun fokus pada karakter Barda,” kata Timo Tjahjanto.

“Kita akan menceritakan unsur penting dan menyentuh dimana Barda masih punya rasa kemanusiaan, ia bersahabat dengan Kliwon, monyetnya. Lalu Tongkat Barda yang terbuat dari batu granit bisa menjadi sangat kuat, lalu mengapa sampai Barda memakai baju ular. Meskipun ini film fantasi, tapi akan ada logika-logika yang kita gali,” lanjut Timo sedikit membocorkan filmnya.

Timo mengungkapkan , dalam pembuatan naskah film Si Buta dari Gua Hantu, ia meperbaharui visi dari Ganes TH untuk dibuat relatable dengan masa kini. Sebagai re-introduction kepada generasi sekarang, format komik digital di platform Facebook sudah dirilis oleh Bumilangit Comic Media dengan gambar dan cerita yang didasari oleh karya-karya sebelumnya.

Komik karya penulis Oyasujiwo dan komikus Iwan Nazif ini bertujuan untuk mengantar penggemar baru dan long time die-hard fans ke film layar lebar, dan memperoleh penghargaan Comic of The Year di ajang Popcon Award 2018.

Sementara nama-nama aktor dan aktris yang terlibat dalam film Si Buta dari Gua Hantu masih dalam tahap seleksi dan masih dirahasiakan, film Si Buta dari Gua Hantu akan mengangkat tema utama PENDEKAR NUSANTARA. Proses pra produksi tengah berlangsung, shooting film ditargetkan untuk dapat dimulai pada bulan Maret 2019.

Penunjukkan Timo Tjahjanto di kursi sutradara tentu bukan tanpa alasan, ia memiliki sederet prestasi luar biasa di balik layar. Bersama Screenplay Films, sepak terjang Timo pun sangat gemilang. Pria berusia 38 tahun itu sukses menggarap Headshot (2016) dan Sebelum Iblis Menjemput (2018). Kedua film ini mendapatkan apresiasi di berbagai festival-festival film bergengsi dunia.

Headshot mendapatkan penghargaan Grand Prix Nouveau Genre Award, kategori International Feature Film Competition di L’Étrange Film Festival Prancis 2016 sementara Sebelum Iblis Menjemput menyabet penghargaan sebagai film terbaik dalam kategori Midnight Xtreme di Festival Film Sitges Spanyol 2018.

Teranyar, Timo sukses menjadi sutradara film original Netflix pertama dari Indonesia yakni The Night Comes For Us, film ini menjadi perbincangan positif di dunia perfilman melalui social media.

Timo Tjahjanto merupakan penggemar dan pembaca komik Si Buta dari Gua Hantu dan ia dipercaya men-direct film ini. Si Buta dari Gua Hantu menjadi karakter legendaris kedua dari Screenplay Films dan Bumilangit Studios yang diangkat ke layar lebar, setelah Gundala yang akan disutradarai Joko Anwar.

Si Buta dari Gua Hantu mengawali kolaborasi Screenplay Films dan Bumilangit Studios dalam mengangkat kembali genre fantasy martial arts dalam genre pendekar.

News Source: Bumilangit.com
Image Source: FB Bumilangit